Taman Rumah Tinggal

 

Arti Penting Taman Rumah Tangga

Kehadiran taman dalam sebuah rumah tinggal sudah menjadi keharusan. Pasalnya, taman bisa memberikan berbagai manfaat yang sangat vital bagi kebutuhan penghuni rumah atau pun orang yang hanya sekadar melintasi halaman rumah. Taman dengan segala elemen penyusunnya mampu memberikan nuansa yang berbeda dari tampilan rumah tinggal. Asri, sejuk, dan aroma bunga adalah kesan yang dimunculkan dari sebuah taman. Umumnya, sebuah taman yang dibuat di halaman rumah tinggal akan mengikuti desain rumah itu sendiri sehingga tercipta keselarasan di antara keduanya.

Elemen Penyusun Taman

Elemen penyusun taman yaitu hal-hal yang digunakan untuk menyusun taman sedemikian rupa sehingga tercipta keselarasan dan bisa dinikmati. Elemen penyusun taman sangat beragam, tetapi untuk memudahkan dalam pengenalan, sebaiknya dikelompokkan menjadi 2, yaitu elemen keras dan elemen lunak. Elemen keras yaitu tampilan penyusun taman yang bersifat keras. Umumnya, elemen keras juga merupakan benda mati. Sementara, elemen lunak yaitu segala hal sebagai penyusun taman yang bersifat lunak. Umumnya, elemen lunak merupakan mahluk hidup, baik berupa tanaman maupun hewan. Namun, dari porsinya, tanaman sangat mendominasi sebagai elemen lunak penyusun taman.

Di samping berdasarkan penyusunnya, elemen taman juga dibedakan menjadi elemen mayor dan elemen minor. Elemen mayor merupakan elemen taman yang sudah disediakan oleh alam dan kita sebagai manusia sulit untuk mengubahnya. Beberapa contohnya yaitu laut dan gunung. Sementara, elemen minor yaitu sediaan alam yang oleh manusia masih bisa diubah tampilannya, misalnya sungai, danau, dan padang rumput. Elemen mayor dan minor rasanya tidak perlu dibahas lebih dalam. Untuk menampilkan sebuah taman rumah tinggal yang indah, elemen lunak dan keras mempunyai pengaruh yang sangat penting.

A. Elemen Keras

Elemen keras pada sebuah taman juga sering dikenal dengan ornamen taman. Kehadiran elemen dekoratif ini sangat berpengaruh pada tampilan taman secara keseluruhan. Elemen keras sebagai aksen pada taman memang sangat beragam. Masing-masing memiliki fungsi dan memberikan nilai seni yang berbeda. Beberapa jenis elemen keras yang kerap digunakan yaitu patung, lampu taman, tempayan, kolam dan air terjun, gazebo, jalan setapak, batu-batuan, ayunan, dan pernak-pernik dari gerabah.

Salah satu elemen estetik pada beberapa taman yaitu patung. Bagi beberapa orang, mungkin patung merupakan sebuah ungkapan kreatif yang menghasilkan bentuk tiga dimensi, terbuat dari berbagai materi yang pengerjaannya melalui berbagai etnik. Patung-patung tersebut merupakan benda seni yang pembuatannya cukup rumit dan bernilai seni tinggi. Kebanyakan taman Bali menggunakan patung sebagai salah satu elemen kerasnya. Patung dewa lebih mendominasi dalam hal ini. Tujuannya antara lain untuk menjaga taman beserta rumah tinggalnya. Terlepas dari itu semua, patung memang memiliki nilai seni tinggi bila dihadirkan sebagai elemen dekoratif pada sebuah taman rumah tinggal.

Selain sebagai penerang, lampu taman dengan desain yang cantik merupakan elemen keras yang hampir dijumpai pada berbagai jenis taman. Dilihat dari efek sinar yang dipancarkan, lampu taman pun sangat beragam. Lampu mercury, lampu sorot, lampu neon, hingga lampu tradisional yang berbahan minyak tanah kerap menjadi inspirasi pada beberapa desain taman rumah tinggal. Bahan lampu itu sendiri pun beragam, mulai dari batu alam, kayu, bambu, semen, besi, hingga kaca. Tidak hanya dari cup lampu, tiang lampu pun sangat beragam dengan berbagai ukuran. Untuk memperlunak tampilan lampu taman, bisa dilakukan dengan kombinasi tanaman merambat sepanjang tiang lampu taman.

Tempayan tampil eksotik di taman baik dengan atau tanpa ditanami tanaman. Namun, umumnya tempayan ditanami tanaman air. Pada beberapa taman, tempayan sering digunakan sebagai center point karena desainnya yang cukup unik. Berbagai ukiran dari etnik di tanah air menjadikan tempayan tampil lebih elegan. Pada pemasangannya, tempayan ada yang disangga dengan tiang atau tanpa penyangga. Tiang ini biasanya didesain dan disesuaikan dengan ukuran tempayan yang hendak digunakan.

Elemen air merupakan penyelaras untuk beberapa jenis tanaman. Kehadiran elemen air akan membuat kesan taman menjadi lebih alami. Apalagi pada taman tropis, kehadiran elemen air diharuskan. Pada taman Jepang pun elemen air mendominasi. Umumnya, air ditampung dalam sebuah kolam dengan berbagai desain dan ukuran. Kelengkapan kehadiran air dalam kolam yaitu air mancur atau air terjun. Tentunya hal ini bertujuan untuk meningkatkan nilai seni sehingga kehadiran kolam bisa dinikmati setiap saat. Gemericik air pada kolam juga menimbulkan suara alami. Tanaman air merupakan pelengkap tampilan kolam, baik tanaman hias air daun ataupun tanaman hias air bunga.

Gazebo memiliki fungsi yang cukup penting dalam sebuah taman, apalagi bila taman yang bersangkutan berukuran besar. Hampir semua aktivitas bersantai dan menikmati keindahan taman dilakukan di sini. Dalam keadaan penat, gazebo adalah tempat yang sangat pas untuk menenangkan pikiran, apalagi bila taman yang ada di sekitarnya begitu estetik. Sebaiknya, gazebo juga bisa digunakan sebagai tempat untuk bernaung dari panas matahari dan curahan air hujan. Di samping fungsi utamanya, tampilan gazebo yang estetik dan unik akan menambah keindahan sebuah taman. Misalnya, atap gazebo yang terbuat dari ijuk memberikan kesan alami sebuah taman. Dinding dan tiang penyangganya yang terbuat dari kayu atau bambu juga memberikan nuansa pedesaan yang asri.

 

Jalan setapak pada taman memiliki arti yang sangat penting. Dengan adanya jalan setapak, tanaman—terutama rumput—tidak terinjak oleh kita saat ingin menikmati seluruh sudut taman. Di samping itu, beberapa jenis jalan setapak juga menambah keindahan sebuah taman rumah tinggal. Batu alam adalah yang sangat dominan dalam pemilihan bahan pembuat jalan setapak. Batu-batu tersebut ditata sedemikian apik hingga terbentuk motif-motif tertentu, misalnya berliku-liku, berstrata (undak-undakan), atau terpenggal-penggal yang disesuaikan dengan panjang langkah kaki. Penggalan-penggalan ini bisa berbentuk bulat, oval, segi tiga, atau kotak-kotak.

 

Batu-batuan alam yang ditata di dalam taman memberikan kesan alami. Pada taman Jepang, elemen batu alam digunakan sebagai penyeimbang kolam dan terkadang merupakan center point karena dominasi rumput yang cukup luas. Sementara pada taman tropis, batu yang digunakan cenderung sekaligus dipadukan sebagai jalan setapak. Warnanya pun tidak hanya terbatas pada warna hitam. Kuning dan putih merupakan beberapa jenis warna yang sesuai untuk dipadukan dengan warna rumput yang umumnya berwarna hijau.

Ayunan memang kurang familiar pada beberapa jenis taman. Namun, pada taman Jawa, ayunan digunakan sebagai tempat untuk bersantai di taman. Bahan yang bisa digunakan untuk ayunan pun cukup beragam, mulai dari besi, kayu atau bambu, hingga tali atau tambang yang disusun. Aksen warna yang muncul dari ayunan juga bisa menyemarakkan taman, apalagi bila taman tersebut kurang semarak dengan kehadiran bunga-bungaan. Namun, ayunan umumnya ditambahkan bila taman yang dimiliki memiliki area yang cukup luas karena ukuran ayunan sendiri cukup besar. Bila taman yang dimiliki sempit, di samping keterbatasan lahan juga tidak terciptanya proporsional antara ayunan dengan elemen penunjang taman lainnya, terutama elemen lunak (tanaman).

Pernak-pernik dari gerabah—misalnya gentong—menjadi pilihan ketika kesan etnik ingin dimunculkan dari taman. Ukiran bentuk lucu bisa menjadi motif dari pernak-pernik ini. Bentuk pernak-pernik ini juga bisa dihadirkan lewat tempat sampah atau tempat duduk. Pot tanaman yang berbentuk unik juga kerap dijadikan sebagai elemen dekoratif yang estetik.

Elemen Lunak

Seperti disebutkan di muka, elemen lunak terdiri dari tanaman dan binatang. Namun, dominasi tanaman tentunya lebih banyak. Keberadaan binatang di sini umumnya dipengaruhi oleh tanaman. Kupu-kupu misalnya, hadir ke taman karena daya tarik dari bunga. Sari-sari bunga merupakan daya tarik bagi kupu-kupu. Sebenarnya, keduanya mendapatkan keuntungan dari pertemuan tersebut. Bunga bisa melakukan penyerbukan berkat bantuan kupu-kupu, sedangkan kupu-kupu sendiri memperoleh makanan dari sari bunga.

(gambar taman yang dipenuhi oleh serangga:kupu2, lebah dll)

Keberadaan kupu-kupu atau semacamnya di taman memang indah. Namun, elemen lunak yang keberadaannya bisa dipilah dan ditata adalah tanaman. Tanaman memang sangat beragam. Umumnya, untuk ditanam di taman dipilih tanaman yang memiliki nilai keindahan sehingga bisa dinikmati. Tanaman seperti ini disebut dengan tanaman hias. Untuk mempermudah pembahasan, tanaman hias dikelompokkan menjadi tanaman hias bunga dan tanaman hias daun.

1. Tanaman Hias Bunga

Tanaman dikelompokkan sebagai tanaman hias bunga bila memiliki kuntum bunga yang indah, baik dari segi bentuk, warna, kekompakkan, atau aromanya. Pada umumnya, tanaman hias bunga membutuhkan jumlah dan intensitas sinar matahari dalam jumlah yang cukup banyak. Hal ini digunakan untuk pembentukan bunga. Di lihat dari strata tanaman, tanaman hias bunga cukup beragam, yaitu tanaman hias bunga pohon, tanaman hias bunga perdu, tanaman hias bunga merambat, dan tanaman hias bunga penutup tanah.

(gambar tanaman hias bunga)

Tanaman hias bunga pohon umumnya berbatang kayu dan berdaun rimbun. Umumnya, tanaman ini memiliki tinggi 2 meter atau lebih. Di samping daunnya bisa digunakan sebagai pelindung dari terik panas matahari, tanaman ini juga memiliki bunga yang indah. Dadap merah, kasia emas, flamboyan, bunga kupu-kupu, dan plumeria merupakan beberapa jenis tanaman hias bunga pohon yang banyak digemari oleh hobiis tanaman hias. Beberapa jenis tanaman ini memiliki musim berbunga yang berbeda-beda. Ketika musim berbunga tiba, biasanya tanaman akan semarak dengan bunga. Tanaman ini umumnya ditanam pada taman rumah tinggal dengan areal yang cukup luas.

(gambar tanaman hias bunga pohon)

Tanaman hias bunga semak jenisnya paling banyak dibandingkan jenis pohon dan penutup tanah. Umumnya, tanaman ini memiliki tinggi kurang dari 2 meter. Adenium, euphorbia, anthurium bunga, mawar, melati, oleander, lantana, kemuning, dan bunga matahari merupakan beberapa contoh yang kerap ditanam orang di taman rumah tinggal. Pada beberapa jenis, tanaman hias bunga perdu digunakan sebagai eye catcher pada taman, misalnya adenium. Bunganya yang kompak menjadi daya tarik, di samping bentuk bonggolnya yang indah. Ragam warna bunga atau daun pada tanaman hias bunga semak yang ditanam di taman rumah tinggal akan menyemarakkan seantero taman.

Pada beberapa taman, tanaman hias bunga sering digunakan untuk memperlunak bangunan, misalnya pergola atau pagar. Tanaman ini umumnya memiliki batang yang bisa menjalar pada tiang atau apa saja. Ada pula tanaman yang menjalar dengan menempelkan akarnya. Beberapa jenis tanaman hias bunga rambat yaitu alamanda, mandevila, thunbergia, nona makan sirih, dan air mata pengantin.

Selain rumput, tanaman hias bunga perdu juga bisa dimanfaatkan sebagai penutup tanah. Selain fungsi utamanya menutup tanah agar tidak mudah terkikis oleh air hujan, tanaman ini juga menyajikan keindahan bunganya. Umumnya, tanaman ini tumbuh menjalar di permukaan tanah. Beberapa jenis tanaman yang biasa digunakan sebagai penutup tanah yaitu krokot, bawang brojol, seruni jalar, aster, sutera bombay, kacang hias, dan ptunia.

2. Tanaman hias daun

Tanaman disebut tanaman hias daun bila tanaman tersebut memiliki bentuk dan warna daun yang indah. Umumnya, warna daun pada tanaman memang hijau, namun pada beberapa jenis tanaman hias daun, warna daun cukup variatif. Ungu, merah, kuning, dan variegata merupakan warna yang banyak mendominasi warna daun pada tanaman jenis ini. Di samping warna, bentuk daun juga menjadi daya tarik tersendiri pada tanaman hias daun. Bentuk jantung, oval, bulat, menjari, dan tak beraturan merupakan beberapa contoh bentuk daun tanaman hias daun. Seperti halnya tanaman hias bunga, tanaman hias daun pun sama dalam hal pembagian, yaitu tanaman hias daun pohon, tanaman hias daun perdu, tanaman hias daun penutup tanah, dan tanaman hias daun rambat.
(gambar tanaman hias daun)

 

Tanaman hias daun pohon memiliki bentuk tajuk yang indah dan lebat, di samping bentuk daunnya yang memang unik. Umumnya, ukuran daun pada tanaman hias daun pohon berukuran kecil. Kerai payung merupakan contoh tanaman hias daun yang memiliki bentuk tajuk yang kompak dan rimbun. Cemara, pinus, dan beringin variegata merupakan beberapa jenis tanaman yang berdaun indah.

Tanaman hias daun perdu sangat beragam dan penampilannya pun sangat atraktif. Aglaonema misalnya, memiliki banyak jenis pada tampilan daunnya. Keindahan daunnya juga berasal dari perpaduan antara warna penyusunnya. Pada beberapa jenis, warna aglaonema merah berbintik kuning atau hijau. Sungguh perpaduan warna yang kontras, tetapi sangat selaras. Warna-warna variegata juga sangat memukau, misalnya pada walisongo variegata.

(gambar aglonema)

Tanaman hias daun penutup tanah yang banyak ditanam orang di taman rumah tinggal di antaranya nanas kerang, bromelia, sambang darah, dan lili paris. Lili paris misalnya, perpaduan warna hijau dan kuning pada bentuk daun yang memanjang cukup mempesona. Daun bromelia sangat beragam, dari kuning, hijau, merah, atau perpaduan warna-warna tersebut.

Sirih gading merupakan jenis tanaman hias daun yang tumbuh merambat pada tanaman pohon. Warna daun perpaduan antara kuning dan hijau memberikan kesan gagah sebagai pemanjat. Sementara, pohon duit umumnya dirambatkan pada pagar tembok. Kehadiran tanaman ini memberikan kesan dinamis dan bisa memperlunak tampilan tembok sebagai pembatas taman dengan lingkungan luar.

Di samping pembagian berdasarkan strata tanaman, tanaman hias daun juga dikelompokkan berdasarkan kemampuannya untuk tumbuh di tempat teduh (ternaungi) atau tidak ternaungi. Beberapa jenis tanaman hias daun yang tahan ternaungi di antaranya yaitu bambu jepang, lili paris, kuping gajah, aglaonema, nolina, dan suplir. Sementara, tanaman hias daun yang tidak tahan terhadap naungan yaitu walisongo, pinus, beringin, kastuba, puring, bromelia, dan hanjuang.

 

Prinsip-Prinsip Dasar Desain Taman

Untuk membuat sebuah taman rumah tinggal, sebaiknya dilakukan dengan perencanaan yang matang. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan sehingga tampilan taman secara keseluruhan bisa dinikmati. Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika merencanakan sebuah taman rumah tinggal yaitu tema yang akan digunakan, ketersediaan lahan (ruang), jenis tanaman (elemen lunak) yang hendak dipakai, warna taman yang ingin dimunculkan, aroma apa yang ingin diciptakan, dan terakhir dilengkapi dengan pembuatan sketsa.

A. Tema

Seperti telah dibahas di awal, ada beberapa jenis tema (gaya) taman, yaitu taman Eropa, taman Jepang, taman tropis, dan taman tradisional Indonesia, di antaranya taman Bali dan taman Jawa. Pemilihan tema taman juga bisa didasarkan pada kesan yang ingin ditampilkan, misalnya taman berkesan alami, romatis, maskulin, eksklusif, atau minimalis. Memang, pemilihan tema sangat tergantung pada selera sang pemilik. Namun, pemilihan tema taman juga sebaiknya disesuaikan dengan mikroklimat daerah setempat. Misalnya, kita ingin membuat taman tropis, sedangkan lingkungan kita merupakan daerah yang gersang dengan suhu lingkungan yang tinggi dan tingkat curah hujan yang rendah. Kemungkinan tujuan kita untuk membuat taman tropis akan sulit tercapai karena tanaman tidak bisa tumbuh optimal di tempat tersebut. (gambar jenis taman eropa, jepang, tropis dan indonesia)

B. Ketersediaan Lahan

Pembuatan taman rumah tinggal sangat ditentukan oleh ketersediaan lahan halaman rumah kita. Lahan tersebut tidak hanya terbatas pada halaman depan, halaman samping atau belakang juga sangat memungkinkan untuk dibuat taman. Jika lahan untuk taman yang kita miliki luas, tentunya akan lebih memudahkan dalam merancang sebuah taman. Namun, bila lahan yang kita miliki cukup sempit, perancangan taman harus benar-benar matang dan pemilihan elemen penunjang taman harus tepat.

C. Jenis tanaman yang hendak dipilih

Pemilihan jenis tanaman yang akan ditanam di taman yang kita buat semestinya disesuaikan dengan tema (gaya) taman yang kita pilih. Taman tropis misalnya, didominasi dengan jenis tanaman yang sering tumbuh di daerah tropis. Contohnya pakis, palem, kadaka, pandan laut, dan lain-lain. Pemilihan jenis tanaman juga didasarkan berdasarkan fungsinya, misalnya tanaman yang hendak kita tanam berfungsi sebagai penutup tanah. Berawal dari situ, kita bisa memilih berbagai jenis tanaman penutup tanah, baik tanaman hias bunga atau tanaman hias daun. Bisa juga tanaman yang hendak kita pilih digunakan sebagai tanaman sentral. Biasanya, jumlah tanaman ini di taman hanya satu atau dua pohon saja.

Hal ini tentunya bertujuan sebagai pusat perhatian ketika pertama kali kita memasuki taman. Umumnya, tanaman yang digunakan sebagai tanaman sentral berupa tanaman hias eksklusif dengan tampilan sosok tanaman yang menawan. Jika berupa tanaman hias bunga, tentunya memiliki kuntum bunga yang menarik. Dan jika berupa tanaman hias daun, tentunya juga memiliki bentuk dan warna daun yang atraktif.
Pemilihan jenis tanaman juga harus disesuaikan dengan ketinggian tempat. Perbedaan ketinggian tempat akan berpengaruh terhadap rentang kisaran suhu pada siang dan malam hari. Rentang kisaran suhu pada daerah rendah lebih panjang dibandingkan dengan dataran tinggi. Jika taman yang kita miliki berada di dataran tinggi (> 700 m), sebaiknya jenis tanaman yang ditanam pun berupa tanaman hias dataran tinggi, baik tanaman hias bunga maupun tanaman hias daun. Demikian sebaliknya. Beberapa jenis tanaman hias dataran tinggi yaitu krisan, lili, pinus, melati kosta, dan lavender.

Demikian juga bila taman yang dibuat berada di dataran rendah (< 200 m) maka jenis tanaman hias yang dipilih pun sebaiknya berupa tanaman hias dataran rendah. Beberapa contoh di antaranya yaitu adenium, ephorbia, beringin, palem-paleman, dan kemuning.

(gambar taman di dataran tinggi dan taman di dataran rendah)

D. Warna

Warna bagi sebagian orang memiliki makna yang cukup dalam. Warna yang muncul dari sebuah taman banyak didominasi oleh warna tanaman yang ditanam. Warna hijau tentunya sangat mendominasi karena umumnya daun berwarna hijau. Sebagai penyelaras warna hijau, banyak pilihan yang bisa dibuat. Umumnya, penyelaras warna tersebut dimunculkan dari warna daun (selain hijau), bunga, batang, buah dan biji, serta beberapa macam elemen keras. Beberapa warna dari bunga antara lain kuning, merah, merah muda, ungu, putih, dan lain-lain. Warna kuning misalnya, bisa didapat dari warna bunga mawar, kemuning, soka, kembang sepatu, lili, dan lain-lain. Elemen keras pada taman juga akan memberikan kesa warna yang berbeda. Patung misalnya, memberikan warna yang lebih alami, seperti abu-abu. Kolam dengan berbagai jenis bebatuan alam akan memberikan kesan dinamis pada taman rumah tinggal. Sementara, berbagai pernak-pernik seperti gentong akan memberikan nuansa etnik dan eksklusif.

E. Aroma

Aroma yang ingin dimunculkan dari sebuah taman tentunya aroma yang sedap. Sumber aroma dari taman yaitu bunga. Saat kuntum mekar, aroma bunga akan menebar ke penjuru taman. Bagi sebagian orang, aroma bunga bisa digunakan sebagai aroma terapi untuk penyembuhan berbagai jenis penyakit. Beberapa jenis tanaman yang berbunga harum misalnya, sedap malam, melati, kemuning, lavender, mawar, dan lili.
(gambar kebun lavender)

F. Pembuatan sketsa

Setelah semua unsur pembentuk taman ditentukan, terakhir yaitu pembutan sketsa taman. Sketsa taman bisa dibuat di atas kertas atau langsung di komputer. Namun, untuk mempermudah, biasanya orang lebih suka membuatnya di atas kertas untuk kemudian diwarnai di komputer. Ada juga sketsa yang diwarnai di kertas dan tidak perlu dipindahkan ke komputer. Sebaiknya, pembuatan sketsa dibuat sedetail mungkin. Semua unsur-unsur elemen-elemen taman masuk dengan perbandingan yang jelas. Misalnya, penggambaran kolam diilustrasikan dengan jelas dengan tampilan warna yang betul-betul menyerupai warna aslinya. Jenis tanaman pun harus digambarkan dengan jelas. Penggambaran tanaman untuk pagar, penutup tanah, tanaman sentral, dan tanaman pohon pelindung harus jelas. Elemen keras taman, misalnya ayunan, tempat sampah, jalan setapak, dan lampu taman juga harus tergambarkan dengan jelas.

Perawatan Taman

Agar keindahan taman bisa dinikmati setiap saat, tentunya taman perlu dirawat. Dengan perawatan taman, kondisi dan gaya taman bisa dipertahankan seperti pada konsep awal. Perawatan taman tidak hanya terbatas pada tanaman saja, elemen keras juga perlu dirawat agar keberadaannya tetap berfungsi dengan baik. Memang perawatan tanaman sebagai elemen lunak pada taman lebih rumit dibandingkan perawatan elemen keras. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan dalam perawatan taman rumah tinggal.

A. Perawatan elemen lunak (tanaman)

Sebagai mahluk hidup, tentunya tanaman akan mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Pertumbuhan tersebut ada kalanya diharapkan demi tercapainya tujuan tertentu, misalnya ukuran tanaman yang diinginkan. Pembentukan bunga juga merupakan jenis pertumbuhan yang diinginkan. Namun, pada kasus-kasus tertentu, pertumbuhan cabang yang tidak beraturan atau yang berubah dari bentuk awalnya tidak diinginkan oleh pemilik taman. Secara umum, pemeliharaan pada tanaman yaitu pemangkasan, pemupukan, penyiraman, dan penyiangan tanaman.

1. Pemangkasan tanaman

Pemangkasan dimaksudkan agar tanaman memiliki bentuk sesuai dengan yang kita inginkan. Pada beberapa tanaman, pemangkasan ditujukan untuk menghidanri penggunaan nutrisi yang berlebihan pada pertumbuhan vegetatif (daun dan tunas) sehingga nutrisi untuk pertumbuhan generatif (bunga dan biji) terbatas. Pemangkasan bisa dilakukan pada hampir semua strata tanaman, misalnya tanaman pohon, tanaman semak, dan tanaman penutup tanah, termasuk rumput. Adapun cara pemangkasan pada masing-masing tanaman berbeda.

(gambar org sedang memangkas tanaman di kebun)

a. Pemangkasan Pohon

Pemangkasan tanaman pohon umumnya ditujukan untuk fungsi keamanan. Tanaman pohon yang terlalu rimbun dengan daun dan dahan dikhawatirkan tumbang ketika hujan dan angin kencang. Untuk tujuan ini, pemangkasan biasanya dilakukan dengan menggunakan mesin gergaji. Selain prosesnya lebih cepat, tanaman yang dipotong dengan mesin gergaji akan menghasilkan potongan yang rapi. Umumnya, pemangkasan untuk jenis ini dilakukan ketika musim hujan akan tiba. Di samping agar dahan atau pohon tidak tumbang ketika hujan deras bercampur angin kencang, pemangkasan pada waktu musim hujan juga bertujuan agar pertumbuhan tanaman setelah pemangkasan lebih cepat. Dengan demikian, dalam waktu dekat tanaman sudah rimbun dengan ditumbuhi dahan, ranting, dan daun.
(gambar org sedang memotong pohon di jalan dgn gergaji mesin)

b. Pemangkasan tanaman semak

Tanaman semak merupakan tanaman yang jumlahnya cukup banyak di sebuah taman rumah tinggal. Pemangkasan pada tanaman jenis ini dimaksudkan agar tanaman bisa berbunga lebih cepat dan lebat. Di samping itu, pada jenis tanaman hias daun, pemangkasan tanaman ini bertujuan untuk mempertahankan bentuk-bentuk yang unik (topiari). Untuk tujuan ini, pemangkasan harus dilakukan secara berkala, misalnya sebulan sekali. Tanaman pagar juga perlu dipangkas agar bentuk awalnya bisa dipertahankan dan terlihat rapi. Alat yang umumnya digunakan untuk pemangkasan tanaman hias semak yaitu gunting tanaman. Gunting pangkas untuk tanaman beragam ukurannya. Pemilihan sebaiknya didasarkan pada ukuran tanaman yang hendak dipangkas.

c. Pemangkasan rumput

Rumput merupakan tanaman yang berfungsi untuk menutupi tanah agar tidak mudah terkikis oleh air hujan. Di samping itu, rumput juga berfungsi untuk pemantulan cahaya agar sinar matahari yang jatuh ke tanah tidak langsung terserap oleh tanah. Sebaiknya, rumput tidak sampai berukuran tinggi sehingga terkesan rapi. Pada beberapa jenis rumput, pemotongan biasanya dilakukan sebulan sekali. Alat yang digunakan untuk memangkas rumput yaitu gunting rumput, baik yang berbentuk gendong atau tractor dawn. Bila areal taman yang ditanami rumput tidak terlalu luas, mesin pemotong rumput bentuk gendong sudah cukup. Sementara, bila areal tanaman rumput cukup luas, pemangkas rumput bentuk tractor dawn merupakan pilihan yang tepat. Di samping cepat, alat ini juga memudahkan dalam proses pemotongan rumput

2. Pemupukan tanaman

Untuk bisa tumbuh dan berbunga dengan indah, tanaman membutuhkan berbagai unsur nutrisi (hara). Tanah sebagai tempat tumbuh tanaman memang sudah menyediakan unsur hara. Namun, ragam dan jumlah yang tersedia mungkin tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman. Pada kondisi seperti inilah, tanaman perlu untuk dipupuk.
Di pasaran, jenis pupuk yang ditawarkan sangat beragam. Hal yang perlu dipahami tentang pemilihan dan penggunaan pupuk yaitu karus disesuaikan dengan kebutuhan tanah dan tanaman. Ketahui terlebih dahulu kandungan pupuk yang hendak dibeli.

(gambar jenis-jenis pupuk)

Komponen yang paling dominan dalam pupuk yaitu unsur-unsur makro, yaitu unsur yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar. Beberapa contohnya yaitu, Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Untuk tanaman yang baru ditanam atau dalam masa pertumbuhan vegetatif (tunas dan daun), sebaiknya menggunakan pupuk dengan kandungan nitrogen yang tinggi. Hal ini dipilih karena pada masa pertumbuhan vegetatif, tanaman banyak membutuhkan nitrogen, sedangkan kebutuhan fosfor dan kalium dalam jumlah sedikit. Sementara, bila tanaman tersebut dalam masa pertumbuhan generatif (pembungaan), sebaiknya pupuk yang dipilih yaitu pupuk dengan kandungan fosfor yang tinggi.

3. Penyiraman

Penyiraman pada tanaman tidak hanya dilakukan pada media tanam (tanah) saja, melainkan juga pada bagian-bagian tanaman. Pada dasarnya, penyiraman bertujuan agar media tanam menjadi lebih gembur sehingga akar tanaman akan lebih mudah untuk mengambil unsur hara di dalam media tanam. Sementara, pada tanaman itu sendiri, penyiraman bertujuan untuk menurunkan tingkat penguapan akibat teriknya sinar matahari. Sebaiknya, penyiraman dilakukan dengan air bersih. Waktu yang tepat untuk penyiraman yaitu pada pagi atau sore hari. Hal ini didasarkan pada saat tersebut, intensitas cahaya yang dipancarkan oleh matahari sudah tidak tinggi lagi sehingga tanaman tidak terlalu stres karena perbedaan suhu yang drastis. Penyiraman sangat dibutuhkan tanaman pada saat musim kemarau. Sementara, alat yang umumnya digunakan untuk penyiraman yaitu gayung dan ember, selang, embrat, serta sprinkler. Pemilihan alat-alat penyiraman sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan.

4. Penyiangan

Penyiangan bertujuan untuk menghilangkan tanaman-tanaman yang tidak diinginkan yang tumbuh disekitar tanaman utama, umumnya disebut gulma. Gulma atau rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman utaman (tanaman hias) akan merebut nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman utama. Tidak hanya, itu, dalam mendapatkan sinar matahari pun antara tanaman utama dan gulma akan saling berebut. Sebaiknya, penyiangan dilakukan secara berkala, misalnya sebulan sekali. Penyiangan bisa dilakukan secara manual dengan tangan atau menggunakan cangkul.

B. Perawatan elemen keras

Perawatan elemen keras memang tidak serumit perawatan elemen lunak (tanaman). Namun, perawatan yang benar pada elemen keras akan mempertahankan fungsi utama elemen keras tersebut. Umumnya, perawatan yang dilakukan yaitu pembersihan area taman, pengecatan, pengurasan kolam, dan penggantian lampu yang mati. Pembersihan area taman dilakukan setiap hari, pada pagi atau sore hari. Pembersihan dilakukan dengan menyapu dan membuang smapah-sampah yang berada di lokasi taman. Pengecatan dilakukan pada pagar, tiang lampu taman, gazebo, tempat duduk, dan lain-lain. Kolam juga perlu dibersihkan secara berkala. Pertama, kolam harus dikuras. Buang air lama yang telah kotor. Sikat dasar dan dinding kolam dengan sabun agar lumut-lumut yang tumbuh bisa hilang. Isikan kembali air besih ke dalam kolam bila kolam sudah bersih. Pemeliharaan juga perlu dilakukan pada tiang lampu taman yang terbuat dari batu alam yang ditumbuhi lumut. Sikat dan cuci bersih dengan sabun.

Daftar pustaka

Arifin, Hadi Susilo dan Nurhayati HS Arifin, 2005. Pemeliharaan Taman. Edisi Revisi. Penebar Swadaya, Jakarta.

Soeseno, Slamet 1995. Taman Indah Halaman Rumah. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Sulistyantara, Bambang, 1992. Taman Rumah Tinggal. Penebar Swadaya, Jakarta.

Berilah komentar anda !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s