BIOTA AIR

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

24 comments on “BIOTA AIR

  1. Assalamualaikum wr wb
    nama : irfan firmansyah
    prodi : agt c
    bu..
    1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan biologi pertanian?
    2. Kenapa curah hujan dulu sama sekarang berbeda?

  2. assalamualaikum buk ,selamat malam
    saya ade muhammad shaqi
    AGT -A
    saya mau bertanya
    1.apakah zooplankton dan fitoplankton memiliki jangka waktu untuk hidup

  3. Assalamu’alaikum
    nama :sasmida karmila
    nim : 1509000850
    prodi : Agribisnis (AGB)
    Bu…saya mau bertanya, sisa organisme seperti detritus dan debris contoh organisme yang seperti apa buk? Makasih bu.

  4. Assalamualaikum buk,saya mau bertanya ,apa bisa biota air tawar beradaptasi dengan air laut

  5. Nama: Aseb dedy suhendra L.
    Nim: 120900355
    Tugas: kuis pertanian organik
    E-mail: asebdedy17@mail.com
    1. Jelaskan sejarah singkat pertanian organik?
    sejarah pertanian organik sendiri, menurut beberapa literatur bahwa yang pertama kali mengenalkan sistem pertanian organik adalah Sir Albert Howard. seorang ahli pertnanian berkebangsaan inggris, dia banyak mempelajari ilmu pertanian di India, semenjak jadi konsultan pertanian di negara tersebut. Apa yang ia dapatkan dalam belajar pertanian di negri barat ia padukan dengan sistem pertanian tradisional di India. Diantara yang ia perhatikan adalah kesinambungan pertanian tradisional yang menekankan pada aspek kesehatan dan kesuburan dengan kelestarian lingkungan dan kesehatan tanaman.
    Dalam perjalanannya dia mengembangkan pertanian organik dan menghasilkan teknik-teknik pertanian organik yang dijadikan jurnal pertanian organik dan dikembangkan di berbagai negara. Selain itu, Howard membuat beberapa buku tentang pertanian organik, diantaranya Warisan Pertanian, Produk Limbah Pertanian, Bertani dan Berkebun untuk Kesehatan atau Penyakit, Tanah dan Kesehatan Sebuah Studi Pertanian Organik. Buku-buku tersebut yang terus menjadikan pertanian semakin berkembang di dunia.
    2. Jelaskan metode pertanian organik?
    Adapun metode pertanian organik sbb:
    1. Metode tanpa pengolahan, yaitu tanpa membajak tanah. Teknik ini memahami bahwa tanah telah memiliki kelebihan dan secara alami telah subur dengan adanya mikroorganisme dan binatang kecil dalam tanah seperti cacing, selain itu aktivitas akar dan tanaman juga sangat berpengaruh.
    2. Metode tanpa pupuk kimia. Tanah dibiarkan subur secara alami, dengan adanya mikroorganisme dan bekas tanaman serta daunan yang gugur maka akan otomatis menambah kesuburan tanah.
    3. Metode tanpa menghilangkan gulma dengan pengerjaan tanah atau herbisida. Gulma juga berfungsi untuk memberikan keseimbangan komunitas biologi dan dapat membantu menyuburkan tanah. Gulma pada teknik ini cukup di kendalikan, tidak untuk dihilangkan.
    4. Metode tidak tergantung dari bahan-bahan kimia. Pemupukan menggunakan bahan kimia dan pupuk akan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesuburan tanah untuk masa depan. Penggunaan bahan kimia terhadap pemberantasan gulma atau dalam menyuburkan tanah tidak menyelesaikan masalah, karena akan berdampak buruk pada hasil pertanian.

    3. Mengapa kita semua perlu melakukan pertanian oganik?
    Karena dibandingkan dengan sistem budidaya konvensional, pertanian organik memiliki kelebihan diantaranya: pada sistem pertanian organik yang tidak menggunakan bahan senyawa kimia sintetis berupa pupuk dan pestisida yang mana pada pertanian konvensional digunakan secara berlebihan, pada sistem pertanian organik juga memperhatikan aspek kesehatan baik kesehatan masyarakat maupun kesehatan lingkungan sehingga aman di konsumsi maupun aman bagi lingkungan.
    4. Jelaskan beberapa kendala Pertanian organik di Indonesia?
    a. Sistem budidaya pertanian organik tidak sepenuhnya bisa diterapkan di Indonesia dikarenakan lahan-lahan pertanian di Indonesia sudah banyak yang kritis,
    b. Pupuk organik masih digunakan sebagai pupuk pelengkap, disamping pupuk kimia, karena adanya target produksi. banyak petani di Indonesia beranggapan bahwa pupuk organik tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman dan memiliki respon yang lebih lamban. Sebenarnya, ada laporan dari Amerika, bahwa efek dari pupuk organik sebesar 14 ton setahun tiap unit area selama 8 tahun akan tetap ada walaupun setelah 40 tahun dari pengaplikasian pupuk terakhir.
    c. Pengendalian hama secara biologis masih dipandang mahal dan kurang efektif bagi petani umumnya.
    d. Wilayah pertanian organik yang tidak terisolasi dengan pertanian konvensional, membuat pertanian organik lebih rawan terhadap hama.
    e.Hasil produksi masih dibawah hasil pertanian konvensional.
    f. Kurangnya informasi tentang pertanian organik.
    g. Tidak adanya peraturan yang jelas dari pemerintah yang mendukung pertanian organik.
    h. Para petani enggan menggunakan pupuk organik secara keseluruhan karena pupuk kompos menyebabkan banyak tumbuh gulma.
    5. Perlakuan apa saja yang digolongkan sebagai pertanian organik?
    Kegiatan yang dapat digolongkan sebagai pertanian organik sbb:
    a. Penambahan bahan organik terdekomposisi.
    b. Rotasi tanaman untuk meningkatkan kesuburan dan mengurangi serangan hama dan penyakit.aman penutup untuk memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan populasi organisme yang bermanfaat dan mengurangi erosi.
    d. Pengurangan pengolahan tanah (minimum tillage) untuk memperbaiki struktur tanah dan mengurangi erosi.
    e. Memakai tanaman penangkal (trap crops), jasad pengendali biologi dan teknik manipulasi habitat lainnya (seperti tumpang sari atau penggunaan pembatas) untuk empertinggi mekanisme pengendalian biologi alami pada pertanian.
    f. Pembuatan zona penyangga dan pembatas untuk menandai area penghasil organik dan membantu melindungi area tersebut dari bahan-bahan terlarang. Zona penyanga ditanami dengan tanaman pemecah angin (wind breaker) atau tanaman yang bukan untuk dipanen.
    6. Tuliskan beberapa mikroorganisme yang dapat dijadikan pupuk hayati?
    Beberapa contoh mikroorganisme yang dapat dijadikan pupuk hayati adalah sbb: mikoriza dan bakteri pengikat N (Azotobacter choococum), bakteri pelarut P (Bacillus megaterium) dan bakteri pelarut K (Bacillus mucilaginous)

  6. Nama : Rizki Pria Setio
    Nim : 1209000328
    Prodi ; AGT

    1. Jelaskan secara singkat sejarah P.O
    Jawab
    Para pakar biologi tanah mulai mengembangkan teori mengenai bagaimana ilmu biologi dapat digunakan pada pertanian untuk menanggulangi dampak negatif bahan kimia pertanian tanpa mengurangi hasil produksi pertanian. Biodinamika biologi berkembang pada tahun 1920an dan menjadi versi awal dari pertanian organik yang dikenal sekarang. Sistem ini berdasarkan filosofi antroposofi dari Rudolf Steiner .Pada tahun 1930an dan awal 1940an, pakar botani terkemuka Sir Albert Howard dan istrinya Gabriel Howard mengembangkan pertanian organik. Howard terinspirasi dari pengalaman mereka mengenai metode pertanian tradisional di India, pengetahuan mereka mengenai biodinamika, dan latar belakang pendidikan mereka. Sir Albert Howard dapat dikatakan sebagai “bapak pertanian organik” karena ia yang pertama kali menerapkan prinsip ilmiah pada berbagai metode pertanian tradisional dan alami,

    2. Metode Pertanian Organik
    Metode pertanian organik dipelajari di dalam bidang ekologi pertanian. Pertanian konvensional menggunakan pestisida dan pupuk sintetik, sedangkan pertanian organik membatasinya dengan hanya menggunakan pestisida dan pupuk alami. Prinsip metode pertanian organik mencakup rotasi tanaman, pupuk hijau/kompos, pengendalian hama biologis, dan pengolahan tanah secara mekanis. Pertanian organik memanfaatkan proses alami di dalam lingkungan untuk mendukung produktivitas pertanian, seperti pemanfaatan legum untuk mengikat nitrogen ke dalam tanah, memanfaatkan predator untuk menaggulangi hama, rotasi tanaman untuk mengembalikan kondisi tanah dan mencegah penumpukan hama, penggunaan mulsa untuk mengendalikan hama dan penyakit, dan pemanfaatan bahan alami, termasuk mineral bahan tambang yang tidak diproses atau diproses secara minimal, sebagai pupuk, pestisida, dan pengkondisian tanah.[15] Tanaman yang lebih unggul dan tangguh dikembangkan melalui pemuliaan tanaman dan tidak dimodifikasi menggunakan rekayasa genetika.

    3. Kenapa kita semua melakukan P.O
    a. Memperbaiki struktur dan kualitas serta mempertahankan kesuburan fisik, biologi dan kimia tanah.
    b. Menghasilkan makanan yang cukup, aman dan bergizi sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat.
    c. Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi petani, karena petani akan terhindar dari paparan (exposure) polusi yang diakibatkan oleh digunakannya bahan kimia sintetik dalam produksi pertanian.
    d. Meminimalkan semua bentuk polusi yang dihasilkan dari kegiatan pertanian.
    e. Menghemat energi minyak dalam proses pengolahan.
    f. Menjaga kemurnian kualitas air tanah
    g. Meminimalkan perubahan iklim global karena emisi gas rumah kaca (greenhouse gas emission).
    h. Mengurangi jumlah limbah melalui daur ulang limbah menjadi pupuk organic.
    i. Menciptakan dan menjaga keanekaragaman hayati.
    j. Hemat biaya, tenaga dan waktu.

    4. Kendala Pertanian Organik
    Berdasarkan perkembangan pertanian organik periode tahun 2001 hingga 2006, ditemui beberapa permasalahan yang terkait dengan budidaya, sarana produksi, pengolahan hasil, pemasaran, sumber daya manusia, kelembagaan dan regulasi.
    a. Budidaya
    Permasalahan yang berkaitan dengan budidaya pertanian organik antara lain :
    1. Luas lahan yang menerapkan sistem pertanian organik relatif kecil dan terletak di sekitar lahan budidaya non organik (konvensional).

    Lahan yang digunakan untuk budidaya pertanian organik secara umum relatif kecil dibandingkan dengan lahan yang digunakan untuk budidaya pertanian non organik (konvensional). Hal ini terkait dengan kepemilikan lahan petani yang kecil sehingga ketika petani tersebut merubah sistem budidayanya menjadi pertanian organik, luas lahan yang digarap atau diusahakan hanya seluas lahan yang dimilikinya.
    2. Sumber air yang ada sudah tercemar pupuk, pestisida dan bahan kimia lainnya.

    Sumberdaya air sangat berperan dalam menunjang keberhasilan usaha pertanian, tidak terkecuali pertanian organik. Budidaya pertanian organik memiliki kekhasan yaitu dengan dipersyaratkannya minimal cemaran dari bahan-bahan kimia sintetis yang berasal dari lingkungan sekitar.
    3. Kawasan lahan budidaya berada jauh dari akses transportasi.

    Salah satu lokasi yang sesuai untuk budidaya pertanian organik adalah di daerah yang masih minim pencemaran lingkungannya. Lokasi seperti ini biasanya berada jauh dari akses transportasi. Padahal transportasi merupakan salah satu sarana untuk mendistribusikan sarana pertanian dan membawa hasil pertanian organik.

    b. Sarana Produksi
    Permasalahan yang berkaitan dengan sarana produksi pertanian organik antara lain :
    a) Belum tersedia secara merata pupuk kompos/pupuk organik.
    b) Pupuk organik digunakan pada pertanian organik untuk memperkaya hara dalam tanah dan menyehatkan tanaman. Pupuk organik dapat berupa pupuk padat (kompos) atau pupuk cair yang digunakan untuk daun atau buah. Sebaran usaha pertanian organik yang luas belum ditunjang oleh produksi dan distribusi pupuk organik.
    c) Belum banyak tersedia pestisida organik untuk hama/penyakit tanaman
    d) Sama halnya dengan pupuk organik, penyediaan pestisida organik juga mengalami kendala dalam hal produksi, jenis hama dan penyakit tanaman yang dapat dikendalikan, serta distribusinya ke masyarakat/petani organik.
    c. Pengolahan
    Permasalahan yang berkaitan dengan pengolahan pangan organik antara lain :
    1) Peralatan masih digunakan bersama untuk mengolah pangan organik dan non organik. Hal ini karena petani/peternak tidak memiliki kemampuan untuk menyediakan peralatan yang khusus digunakan untuk pengolahan pangan organik.
    2) Belum banyak produk pangan organik olahan. Saat ini dipasaran lebih banyak dijumpai pangan organik segar. Masih sedikit pangan organik yang telah diolah, sehingga konsumen masih memiliki keterbatasan untuk mengkonsumsi/memilih produk pangan olahan organik.
    3) Belum banyak informasi mengenai pengolahan pangan organik. Informasi mengenai pengolahan pangan organik belum banyak dihasilkan dan disosialisasikan.
    d. Pemasaran
    Permasalahan yang berkaitan dengan pemasaran pangan organik antara lain:
    1) Minimnya pengetahuan teknis dan jalur-jalur pemasaran yang dikuasai oleh pelaku pengusaha organik
    2) Jalur-jalur pemasaran pangan organik masih sedikit dan menganut pemasaran konvensional, sehingga berisiko untuk tercampur dengan pangan non organik.
    3) Mahalnya biaya transportasi pangan organik. Lokasi yang jauh dan minimnya sarana transportasi menyebabkan biaya transportasi/distribusi pangan organik dari lahan ke pasar menjadi tinggi.
    4) Minimnya tempat yang khusus dan memenuhi syarat untuk menjual pangan organik.

    5. Perlakuan apa saja yang di golongkan sebagai pertanian organic
    6. Keragaman daur-ulang limbah organik dan pemanfaatannya untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.
    7. Memadukan sumber daya organik dan anorganik pada sistem pertanian di lahan basah dan lahan kering.
    8. Mengemangkan sistem pertanian berwawasan konservasi di lahan basah dan lahan kering.
    9. Memanfaatkan bermacam – macam jenis limbah sebagai sumber nutrisi tanaman.
    10. Reklamasi dan rehabilitasi lahan dengan menerapkan konsep pertanian organik.
    11. Perubahan dari tanaman semusim menjadi tanaman keras di lahan kering harus dipadukan dengan pengembangan ternak, pengolahan minimum dan pengolahan residu pertanaman.
    12. Mempromosikan pendidikan dan pelatihan bagi penyuluh pertanian untuk memperbaiki citra dan tujuan pertanian organik.
    13. Memanfaatkan kotoran ternak yang berasal dari unggas, babi, ayam, itik, kambing, dan kelinci sebagai sumber pakan ikan.
    6. Tuliskan beberapa mikroorganisme pupuk hayati
    Lactobacillus sp.
    Bacillus megaterium
    Mikoriza
    Rhizobium javanicum
    Azotobacter choococum

  7. Nama : Agus Salim
    Nim : 1209000264

    1. Jelaskan secara singkat sejarah P.O
    sejarah pertanian organik sendiri, menurut beberapa literatur bahwa yang pertama kali mengenalkan sistem pertanian organik adalah Sir Albert Howard. seorang ahli pertnanian berkebangsaan inggris, dia banyak mempelajari ilmu pertanian di India, semenjak jadi konsultan pertanian di negara tersebut. Apa yang ia dapatkan dalam belajar pertanian di negri barat ia padukan dengan sistem pertanian tradisional di India. Diantara yang ia perhatikan adalah kesinambungan pertanian tradisional yang menekankan pada aspek kesehatan dan kesuburan dengan kelestarian lingkungan dan kesehatan tanaman.

    Dalam perjalanannya dia mengembangkan pertanian organik dan menghasilkan teknik-teknik pertanian organik yang dijadikan jurnal pertanian organik dan dikembangkan di berbagai negara. Selain itu, Howard membuat beberapa buku tentang pertanian organik, diantaranya Warisan Pertanian, Produk Limbah Pertanian, Bertani dan Berkebun untuk Kesehatan atau Penyakit, Tanah dan Kesehatan Sebuah Studi Pertanian Organik. Buku-buku tersebut yang terus menjadikan pertanian semakin berkembang di dunia.
    2. Metode Pertanian Organik
    Pengolahan Tanah
    Tanaman membutuhkan nitrogen, fosfor, dan kalium serta mikronutrien, tetapi cukup nitrogen, dan terutama sinkronisasi sehingga tanaman cukup mendapatkan nitrogen pada waktu yang tepat (saat tanaman membutuhkan paling), sangat mungkin tantangan terbesar bagi petani organik.
    Pengendalian Gulma
    Setelah pasokan gizi, pengendalian gulma adalah prioritas kedua bagi petani. Teknik untuk mengendalikan gulma memiliki berbagai tingkat efektivitas dan mencakup handweeding, pupuk, jagung gluten makan, preemergence alami herbisida, api, bawang putih dan minyak cengkeh, boraks, pelargonic asam, solarization (yang melibatkan plastik bening menyebar di tanah di cuaca panas selama 4-6 minggu), cuka, dan berbagai macam obat-obatan buatan sendiri. Salah satu inovasi baru dalam pertanian padi adalah untuk memperkenalkan itik dan ikan untuk sawah basah, yang makan rumput liar dan serangga baik.
    Pengendalian Organisme Lain
    Organisme selain rumput liar yang menyebabkan masalah termasuk arthropoda (misalnya serangga, tungau) dan nematoda. Jamur dan bakteri dapat menyebabkan penyakit.
    Hama serangga merupakan masalah yang umum, dan insektisida, baik non-organik dan organik, yang kontroversial karena mereka dampak lingkungan dan kesehatan. Salah satu cara untuk mengelola serangga adalah untuk mengabaikannya dan fokus pada kesehatan tanaman, karena tanaman dapat bertahan kehilangan sekitar sepertiga dari luas daun sebelum menderita akibat pertumbuhan berat.
    3. Kenapa kita semua melakukan P.O
    Karena Secara substansi pertanian organik bukanlah barang baru. Sebelum ditemukan pupuk dan obat-obatan kimia sintetis, bisa dikatakan semua kegiatan produksi pertanian merupakan pertanian organik.
    Adalah Sir Albert Howard, seorang ahli botani asal Inggris, yang mengagas pertanian organik secara lebih sistemastis. Bukunya yang terbit pada tahun 1940, berjudul “An Agricultural Testament”, telah menginspirasi gerakan pertanian organik diberbagai belahan bumi. Atas alasan itu, dia disebut-sebut sebagai bapak pertanian organik.
    Di Indonesia pertanian organik mulai populer di era 80-an. Dimana gerakan revolusi hijau yang digagas pemerintah pada akhir tahun 70-an mulai menunjukkan dampak negatifnya. Penggunaan pupuk dan obat-obatan kimia dituduh sebagai pemicu kerusakan lingkungan pertanian dan kesehatan manusia.
    Ada banyak dasar pemikiran yang memotivasi seorang petani mempraktekkan pertanian organik. Praktek yang paling ekstrim bahkan sangat meminimalkan intervensi manusia. Petani hanya bertugas sebagai penebar benih dan pemetik hasil saja. Ada juga yang sangat longgar, masih mentoleransi penggunaan bahan-bahan kimia sintetis tertentu apabila diperlukan.

    4. Kendala Pertanian Organik
    Ada beberapa kendala atau tantangan serius yang bisa kita ketengahkan dalam tulisan ini.
    Pertama, adanya mitos bahwa pertanian organik sulit dilakukan, rumit juga syarat tehnologi baru, dan memerlukan banyak resources dalam pelaksanaannya. Seperti penuturan Sutarman, Kaur Perencanaan Desa Giritirto, Kec. Purwosari, Kab. Gunungkidul, yang pernah mencoba mengaplikasikan sistem pertanian organik lahan basah di persawahannya.
    Kedua, diperlukannya masa transisi yang relatif lama (sekitar 2-3 tahun) yang harus dilewati para petani ketika mulai beralih ke aplikasi pola pertanian organik. Pada fase transisi ini petani biasanya akan mengalami kerugian (D. Geovannucci, 2007). Hasil pertaniannya cenderung menurun drastis dibandingkan dengan pola pertanian konvensional. Seperti juga pengakuan Pak Muryanto, kepala Dukuh Glagah, Desa Nglegi, Kec. Patuk Kab. Gunungkidul, yang sejauh ini telah menekuni pertanian organik, bahwa pada awalnya dia menderita kerugian, karena hasil panen sawahnya langsung ‘njeglek’ (merosot tajam-red) bila dibandingkan panen sebelumnya ketika masih menggunakan sistem konvensional. Beliau menjelaskan bahwa pada masa transisi tersebut, kesuburan tanah masih belum pulih, sebagai dampak dari penggunaan pupuk kimiawi yang telah berlangsung puluhan tahun.
    Ketiga, adanya kendala pemasaran produk organik, karena produk organik masih berharga mahal (premium), sehingga memiliki segmen pasar khusus, dan jaringannya masih dikuasai oleh pelaku bisnis bermodal besar, sehingga para petani kecil merasa kesulitan untuk mendapatkan akses pasar yang luas. Ini tidak jauh berbeda dengan apa yang diungkapkan Pak Putut, seorang petani pemula yang sendang merintis pertanian organik untuk sayur-sayuran dan buah-buahan berusia pendek seperti lombok, tomat, timun, melon, dan semangka, yang mengelola lahan persawahan di leren Timur Gunung Lawu, Jawa Timur

    5. Perlakuan apa saja yang di golongkan sebagai pertanian organic
    Penggunaan pupuk organic, penggunanan pestisida organic dan mengurangi penggunaan bahan kimia yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan konsumen

    6. Tuliskan beberapa mikroorganisme pupuk hayati
    Lactobacillus sp.
    Bacillus megaterium
    Mikoriza
    Rhizobium javanicum
    Azotobacter choococum

Komentar ditutup.