Anggrek dan Kembang Sepatu

1. Anggrek
Spesies anggrek di Indonesia
Indonesia terkenal di seluruh dunia sebagai negara yang banyak memiliki spesies anggrek alam. Terdapat lebih dari 5000 spesies anggrek alam di Indonesia, setengahnya diperkirakan terdapat di Papua, sekitar 2000 jenis di Kalimantan dan sisanya tersebar di pulau lain. Spesies yang banyak tumbuh di Indonesia meliputi Vanda

    

    

 

 

Phalaenopsis

  

  

 

  

 

, Paphiopedilum

  

   

 

  

Dendrobium

  

 

 

  

  

Coelogyne

  

  

 

Cymbidium

  

 

Bulbophyllum.

 

  

  

Beberapa contoh spesies anggrek di Indonesia:
1. Anggrek Sumatra: Coelogyne dayana. Anggrek bergerigi, bagian dalamnya berwarna coklat tua, lidah berwarna kekuningan dan bagian luarnya berwarna hijau pucat.
2. Anggrek Jawa: Vanda tricolor, spesies cantik berwarna putih dengan totol-totol kemerahan dan ungu.
3. Anggrek Kalimantan: Coelogyne pandurata (anggrek hitam). Bunga anggrek ini memiliki tanda hitam pada bibirnya, yang membentang ke belakang sampai bagian dalam bunga. Daun bunga dan kelopak daun anggrek hitam berwarna hijau cerah.
4. Anggrek Papua: Dendrobium violaceum, tumbuh di hutan pegunungan yang tingginya mencapai 2000 m. Lebih dari 2000 spesies anggrek terdapat di Papua, mulai yang hidup di tepi pantai hingga lereng gunung yang tinggi.
5. Anggrek Sulawesi: Diplocaulobium utile, berkembang di pagi hari, mentutup di siang hari. Anggrek ini dikenal sebagai anggrek berserabut. Batangnya dapat digunakan untuk membuat berbagai kerajinan tangan seperti kotak perhiasan, tas tangan dan alas kaki.
6. Anggrek Maluku: Phalaenopsis amabilis, anggrek bulan. Puspa pesona Indonesia.
7. Anggrek Nusa Tenggara: Bulbophyllum biflorum (bunga kembar) dari Flores. Di Nusa Tenggara banyak dijumpai tanaman anggrek yang memiliki daun yang tebal dan berair dengan bunga yang berukuran kecil. Ciri khas tersebut mencerminkan iklim kering di kawasan Nusa Tenggara.
Menyilang Anggrek
Penyilangan anggrek bertujuan untuk mendapatkan varietas baru dengan warna dan bentuk bunga yang menarik, menciptakan mahkota bunga yang kompak dan berstektur tebal sehingga dapat tahan lama sebagai bunga potong, menghasilkan jumlah kuntum banyak dan menghilangkan adanya kuntum bunga yang gugur dini akibat kelainan genetic serta meningkatkan produksi bunga.
Melihat betapa pentingnya tujuan dari penyilangan dan untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, berikut beberapa pedoman penyilangan yang harus dikuasai.
1. Mengetahui sifat-sifat kedua induk tanaman yang akan disilangkan, agar memberikan hasil yang diharapkan, misalnya sifat dominasi yang akan terlihat atau muncul pada turunannya seperti warna dan bentuk bunga.
2. Sebagai induk betina pilih induk yang mempunyai bunga yan gkuat, tidak cepat layu atau gugur.
3. Pilih kuntum bunga yang masih segar atau telah membuka penuh.
4. Penyilangan sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah penyiraman
Langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan penyilangan sebagai berikut:
Animasi penyilangan anggrek
• Buka ujung column bunga, sehingga akan terlihat didalamnya polinia berwarna kuning.
• Ambil polinia dengan hati-hati dengan menggunakan lidi/tusuk gigi
• Polinia kemudian dimasukkan ke dalam stigma (kepala putik)
• Beberapa hari kemudian bunga yang telah diserbuki akan layu dan akan muncul bakal buah yang akan terus berkembang menjadi buah. Bunga anggrek silangan akan terus masak setelah tiga bulan sampai enam bulan atau lebih. Buah yang masak akan merekah dengan ciri adanya perubahan warna buah dari hijau menjadi kekuning-kuningan. Buah anggrek ini berisikan ribuan biji anggrek yang akan menghasilkan tanaman baru hasil silangan.
Bacaan lanjutan:
Download Presentasi Kultur Jaringan Anggrek (PPT)
Download Presentasi Konservasi Anggrek (PPT).
2. Kembang Sepatu (Hibiscus sp)
Hibiscus kemungkinan besar berasal dari India, lalu menyebar ke Indo-Pasifik. Penyilangan Hibiscus sudah dilakukan sekitar th 1820 di Mauritius lalu di Hawai sekitar 1900-an, India, Sri Lanka, Fiji dan Florida. Di Australia, saat ini sudah ada lebih dari 600 varietas yang dijual secara komersial.
Karakter yang dicari dari pemuliaan hibiscus meliputi : warna bunga, kombinasi warna bunga, bunga yang bertumpuk atau overlap, teksture yang bagus, ruffled dan tufted, tahan sengatan matahari, bentuk tanaman, tahan penyakit.
Penyilangan Hibiscus
Kondisi yang tepat untuk penyilangan adalah pada suhu 18oC – 26oC dengan kelembaban tinggi. Pagi hari, saat bunga baru mekar, polen baru matang (segar) merupakan waktu yang tepat untuk melakukan penyilangan. Pot bunga yang baru diserbuki sebaiknya diletakkan di tempat yang agak teduh untuk mencegah kekeringan polen. Kelembaban yang tinggi mencegah kekeringan pollen dan stigma. Perlu diingat, beberapa varietas Hibiscus dapat memproduksi pollen dalam jumlah banyak, sementara varietas lain memproduksi sedikit pollen. Beberapa varietas susah untuk memproduksi biji, walaupun pada kondisi lingkungan yang sesuai.
Transfer pollen ke putik (stigma) dapat dilakukan dengan beberapa cara. Bisa dengan menggunakan pinset, untuk mengambil pollen dari tangkai pollen. Bisa juga menggunakan kuas untuk mengambil pollen dan meletakkannya pada putik. Cara termudah, petik tangkai polen, lalu sentuhkan pollen pada kepala putik. Setelah melakukan polinasi, beri label yang berisi kode tetua jantan dan betina, serta tanggal polinasi.
Pertumbuhan buah (seed pod)
Jika polinasi sukses, bunga akan jatuh 1 – 2 hari setelah polinasi, sedangkan tangkai bunga dan dasar bunga tampak segar. Ovari mulai membengkak sampai seukuran jempol orang dewasa. Buah akan masak dalam 6 – 14 minggu, tergantung suhu dan varietas tanaman. Warna buah menjadi coklat. Jika buah sudah kering, biji akan terlempar keluar. Sebaiknya buah yang sudah kering segera dipetik untuk mencegah kehilangan biji. Satu buah dapat berisi 0-60 biji, namun rata-rata 10 – 20 biji. Biji yang sudah kering dapat segera ditanam. Dapat juga disimpan dalam amplop yang ditutup rapat, di tempat kering.
Menanam benih.
Tanam biji dalam media campuran yang memiliki porositas cukup baik. Tanam dengan kedalaman 1-2 cm di dalam tanah. Benih akan berkecambah 1 minggu sampai 1 bulan. Jaga kelembaban tanah. Jika kecambah sudah memiliki beberapa daun, dan batang mulai berkayu, pindahkan bibit tersebut ke pot yang lebih besar. Berikan pupuk NPK, 20-20-20 pada saat ini.
Pembungaan dan evaluasi
Setelah 6 – 18 bulan, tanaman ini akan mulai berbunga. Jika anda mendapatkan keunikan dari hasil persilangan ini, segera daftarkan dalam perlombaan!
Pemuliaan yang selektif, pemilihan tetua jantan dan betina, mendapatkan buah dan biji, menumbuhkan benih sampai dewasa dan akhirnya berbunga, dapat menjadi pengalaman yang penuh tantangan dan menyenangkan (fun)!
Catatan:
Menurut George Harvey (2005), menjadi pemulia tanaman (plant breeder) mesti menyukai alam, keindahan, kesabaran, keinginan untuk memperoleh sesuatu yang baru. Tidak perlu ilmu pengetahuan khusus. Persyaratan yang utama adalah tahu tentang tanaman. Pengetahuan tentang genetika tidak terlalu penting bagi pemulia tanaman, tapi bisa sangat berguna jika anda benar-benar menguasai ilmu tersebut.
Pemuliaan Lili
Genus Lili (Lilium sp.) terdiri dari sekitar 85 spesies dan diklasifikasikan ke dalam 7 grup/section (De Jong, 1974). Lili yang memiliki nilai komersial penting termasuk ke dalam grup hibrida Asiatic, hibrida Oriental dan Longiflorum.
Berbagai macam lili yang ada saat ini masih dapat dikembangkan dengan penyilangan antar 3 grup yang sudah terkenal secara komersial, juga dengan mengeksploitasi sifat – sifat penting dari 4 grup Lili lainnya. Terutama untuk mengintroduksi sifat ketahanan terhadap penyakit virus, busuk umbi (yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum), juga untuk memperpanjang masa berbunga dan tahan kondisi yang kurang optimal (cahaya rendah, suhu tinggi), juga pilihan warna bunga dan bentuk bunga yang lebih banyak merupakan tujuan penting pemuliaan lili (Van Creij et al., 1997).
Persilangan antar grup lili yang berbeda seringkali dihambat oleh hambatan persilangan (Van Creij et al., 1993). Ketika embrio terbentuk, produksi hibrida seringkali gagal akibat aborsi embrio (Asano and Myodo, 1977). Teknik kultur jaringan dengan cara penyelamatan embrio diharapkan dapat membantu menghasilkan tanaman hibrida hasil silangan yang sehat (Astarini et al., 2008).

Kembang Sepatu

Kembang Sepatu

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Malvales
Famili: Malvaceae (suku kapas-kapasan)
Genus: Hibiscus
Spesies: Hibiscus rosa-sinensis L.

Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) adalah tanaman semak suku Malvaceae yang berasal dari Asia Timur dan banyak ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Bunga besar, berwarna merah dan tidak berbau. Bunga dari berbagai kultivar dan hibrida bisa berupa bunga tunggal (daun mahkota selapis) atau bunga ganda (daun mahkota berlapis) yang berwarna putih hingga kuning, oranye hingga merah tua atau merah jambu.

Di Sumatera dan Malaysia, kembang sepatu disebut bunga raya. Bunga ini ditetapkan sebagai bunga nasional Malaysia pada tanggal 28 Juli 1960. Orang Jawa menyebutnya kembang worawari.

Kembang Sepatu

Ciri-ciri
Habitus: Perdu, tahunan, tegak, tinggi ± 3 m.
Batang: Bulat, berkayu, keras, diameter ± 9 cm, masih muda ungu setelah tua putih kotor.
Daun: Tunggal, tepi beringgit, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 10-16 cm, lebar 5-11 cm, hijau muda, hijau.
Bunga: Tunggal, bentuk terompet, di ketiak daun, kelopak bentuk lonceng, berbagi lima, hijau kekuningan, mahkota terdiri dari lima belas sampai dua puluh daun mahkota, merah muda, benang sari banyak, tangkai sari merah, kepala sari kuning, putik bentuk tabung, merah.
Buah: Kecil, lonjong, diameter ± 4 mm, masih muda putih setelah tua coklat.
Biji: Pipih, putih.
Akar: Tunggang, coklat muda.

Bunga terdiri dari 5 helai daun kelopak yang dilindungi oleh kelopak tambahan (epicalyx) sehingga terlihat seperti dua lapis kelopak bunga. Mahkota bunga terdiri dari 5 lembar atau lebih jika merupakan hibrida. Tangkai putik berbentuk silinder panjang dikelilingi tangkai sari berbentuk oval yang bertaburan serbuk sari. Biji terdapat di dalam buah berbentuk kapsul berbilik lima.

Pada umumnya tinggi tanaman sekitar 2 sampai 5 meter. Daun berbentuk bulat telur yang lebar atau bulat telur yang sempit dengan ujung daun yang meruncing. Di daerah tropis atau di rumah kaca tanaman berbunga sepanjang tahun, sedangkan di daerah subtropis berbunga mulai dari musim panas hingga musim gugur.

Tanaman bunga sepatu

Bunga berbentuk terompet dengan diameter bunga sekitar 5 cm. hingga 20 cm. Putik (pistillum) menjulur ke luar dari dasar bunga. Bunga bisa mekar menghadap ke atas, ke bawah, atau menghadap ke samping. Pada umumnya, tanaman bersifat steril dan tidak menghasilkan buah.

Tanaman berkembang biak dengan cara stek, pencangkokan, dan penempelan.

Berilah komentar anda !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s