Pertanian Organik


  1. Pengertian Pertanian Organik

Ada dua pemahaman tentang pertanian organik yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas. Pertanian organik dalam artian sempit yaitu pertanian yang bebas dari bahan – bahan kimia. Mulai dari perlakuan untuk mendapatkan benih, penggunaan pupuk, pengendalian hama dan penyakit sampai perlakuan pascapanen tidak sedikiti pun melibatkan zat kimia, semua harus bahan hayati, alami. Sedangkan pertanian organik dalam arti yang luas, adalah sistem produksi pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami dan menghindari atau membatasi penggunaan bahan kimia sintetis (pupuk kimia/pabrik, pestisida, herbisida, zat pengatur tumbuh dan aditif pakan). Dengan tujuan untuk menyediakan produk – produk pertanian (terutama bahan pangan) yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumen serta menjaga keseimbangan lingkungan dengan menjaga siklus alaminya.

Konsep awal pertanian organik yang ideal adalah menggunakan seluruh input yang berasal dari dalam pertanian organik itu sendiri, dan dijaga hanya minimal sekali input dari luar atau sangat dibatasi. (FG Winarno 2002)

        2.  Prinsip – Prinsip Pertanian Organik

Prinsip-prinsip pertanian organik merupakan dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan pertanian organik. Prinsip – prinsip ini berisi tentang sumbangan yang dapat diberikan pertanian organik bagi dunia, dan merupakan sebuah visi untuk meningkatkan keseluruhan aspek pertanian secara global. Pertanian merupakan salah satu kegiatan paling mendasar bagi manusia, karena semua orang perlu makan setiap hari. Nilai – nilai sejarah, budaya dan komunitas menyatu dalam pertanian.

Prinsip-prinsip ini diterapkan dalam pertanian dengan pengertian luas, termasuk bagaimana manusia memelihara tanah, air, tanaman, dan hewan untuk menghasilkan, mempersiapkan dan menyalurkan pangan dan produk lainnya. Prinsip – prinsip tersebut menyangkut bagaimana manusia berhubungan dengan lingkungan hidup, berhubungan satu sama lain dan menentukan warisan untuk generasi mendatang.

Pertanian organik didasarkan pada:

  1. Prinsip kesehatan

  2. Prinsip ekologi

  3. Prinsip keadilan

  4. Prinsip perlindungan

Setiap prinsip dinyatakan melalui suatu pernyataan disertai dengan penjelasannya. Prinsip – prinsip ini harus digunakan secara menyeluruh an dibuat sebagai prinsip – prinsip etis yang mengilhami tindakan.

                   1.  Prinsip Kesehatan

Pertanian organik harus melestarikan dan meningkatkan kesehatan tanah, tanaman, hewan, manusia dan bumi sebagai satu kesatuan dan tak terpisahkan.

Prinsip ini menunjukkan bahwa kesehatan tiap individu dan komunitas tak dapat dipisahkan dari kesehatan ekosistem; tanah yang sehat akan menghasilkan tanaman sehat yang dapat mendukung kesehatan hewan dan manusia.

Kesehatan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem kehidupan. Hal ini tidak saja sekedar bebas dari penyakit, tetapi juga dengan memelihara kesejahteraan fisik, mental, sosial dan ekologi. Ketahanan tubuh, keceriaan dan pembaharuan diri merupakan hal mendasar untuk menuju sehat.

Peran pertanian organik baik dalam produksi, pengolahan, distribusi dan konsumsi bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan kesehatan ekosistem dan organisme, dari yang terkecil yang berada di alam tanah hingga manusia. Secara khusus, pertanian organik dimaksudkan untuk menghasilkan makanan bermutu tinggi dan bergizi yang mendukung pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan.

Mengingat hal tersebut, maka harus dihindari penggunaan pupuk, pestisida, obat-obatan bagi hewan dan bahan aditif makanan yang dapat berefek merugikan kesehatan.

                2. Prinsip Ekologi

Pertanian organik harus didasarkan pada sistem dan siklus ekologi kehidupan. Bekerja, meniru dan berusaha memelihara sistem dan siklus ekologi kehidupan.

Prinsip ekologi meletakkan pertanian organik dalam sistem ekologi kehidupan. Prinsip ini menyatakan bahwa produksi didasarkan pada proses dan daur ulang ekologis. Makanan dan kesejahteraan diperoleh melalui ekologi suatu lingkungan produksi yang khusus; sebagai contoh, tanaman membutuhkan tanah yang subur, hewan membutuhkan ekosistem peternakan, ikan dan organisme laut membutuhkan lingkungan perairan. Budidaya pertanian, peternakan dan pemanenan produk liar organik haruslah sesuai dengan siklus dan keseimbangan ekologi di alam. Siklus – siklus ini bersifat universal tetapi pengoperasiannya bersifat spesifik-lokal. Pengelolaan organik harus disesuaikan dengan kondisi, ekologi, budaya dan skala lokal. Bahan – bahan asupan sebaiknya dikurangi dengan cara dipakai kembali, didaur ulang dan dengan pengelolaan bahan – bahan dan energi secara efisien guna memelihara, meningkatkan kualitas dan melindungi sumber daya alam.

Pertanian organik dapat mencapai keseimbangan ekologis melalui pola sistem pertanian, pembangunan habitat, pemeliharaan keragaman genetika dan pertanian. Mereka yang menghasilkan, memproses, memasarkan atau mengkonsumsi produk – produk organik harus melindungi dan memberikan keuntungan bagi lingkungan secara umum, termasuk di dalamnya tanah, iklim, habitat, keragaman hayati, udara dan air.

                   3. Prinsip Keadilan

Pertanian organik harus membangun hubungan yang mampu menjamin keadilan terkait dengan lingkungan dan kesempatan hidup bersama.

Keadilan dicirikan dengan kesetaraan, saling menghormati, berkeadilan dan pengelolaan dunia secara bersama, baik antar manusia dan dalam hubungannya dengan makhluk hidup yang lain. Prinsip ini menekankan bahwa mereka yang terlibat dalam pertanian organik harus membangun hubungan yang manusiawi untuk memastikan adanya keadilan bagi semua pihak di segala tingkatan; seperti petani, pekerja, pemroses, penyalur, pedagang dan konsumen.

Pertanian organik harus memberikan kualitas hidup yang baik bagi setiap orang yang terlibat, menyumbang bagi kedaulatan pangan dan pengurangan kemiskinan. Pertanian organik bertujuan untuk menghasilkan kecukupan dan ketersediaan pangan ataupun produk lainnya dengan kualitas yang baik.

Prinsip keadilan juga menekankan bahwa ternak harus dipelihara dalam kondisi dan habitat yang sesuai dengan sifat-sifat fisik, alamiah dan terjamin kesejahteraannya.

Sumber daya alam dan lingkungan yang digunakan untuk produksi dan konsumsi harus dikelola dengan cara yang adil secara sosial dan ekologis, dan dipelihara untuk generasi mendatang. Keadilan memerlukan sistem produksi, distribusi dan perdagangan yang terbuka, adil, dan mempertimbangkan biaya sosial dan lingkungan yang sebenarnya.

                 4. Prinsip Perlindungan

Pertanian organik harus dikelola secara hati – hati dan bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang serta lingkungan hidup.

Pertanian organik merupakan suatu sistem yang hidup dan dinamis yang menjawab tuntutan dan kondisi yang bersifat internal maupun eksternal. Para pelaku pertanian organik didorong meningkatkan efisiensi dan produktifitas, tetapi tidak boleh membahayakan kesehatan dan kesejahteraannya.

Karenanya, teknologi baru dan metode – metode yang sudah ada perlu dikaji dan ditinjau ulang. Maka, harus ada penanganan atas pemahaman ekosistem dan pertanian yang tidak utuh.

Prinsip ini menyatakan bahwa pencegahan dan tanggung awab merupakan hal mendasar dalam pengelolaan, pengembangan dan pemilihan teknologi di pertanian organik. lmu pengetahuan diperlukan untuk menjamin bahwa pertanian organik bersifat menyehatkan, aman dan ramah lingkungan. Tetapi pengetahuan ilmiah saja tidaklah cukup. Seiring waktu, pengalaman praktis yang dipadukan dengan kebijakan dan kearifan tradisional menjadi solusi tepat. Pertanian organik harus mampu mencegah terjadinya resiko merugikan dengan menerapkan teknologi tepat guna dan menolak teknologi yang tak dapat diramalkan akibatnya, seperti rekayasa genetika (genetic engineering). segala keputusan harus mempertimbangkan nilai – nilai dan kebutuhan dari semua aspek yang mungkin dapat terkena dampaknya, melalui proses – proses yang transparan dan artisipatif.

            2.  Pengembangan Pertanian Organik

Pengembangan pertanian organik harus mengacu kepada prinsip – prinsip organik (prinsip kesehatan, prinsip ekologi, prinsip keadilan dan prinsip perlindungan) agar mendapatkan hasil pangan yang bermutu serta aman dikonsumsi.

Berdasarkan pertimbangan pelaksanaan pembangunan pertanian di Indonesia pada saat ini, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan pertanian alternatif:

  1. Keragaman daur-ulang limbah organik dan pemanfaatannya untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.

  2. Memadukan sumber daya organik dan anorganik pada sistem pertanian di lahan basah dan lahan kering.

  3. Mengemangkan sistem pertanian berwawasan konservasi di lahan basah dan lahan kering.

  4. Memanfaatkan bermacam – macam jenis limbah sebagai sumber nutrisi tanaman.

  5. Reklamasi dan rehabilitasi lahan dengan menerapkan konsep pertanian organik.

  6. Perubahan dari tanaman semusim menjadi tanaman keras di lahan kering harus dipadukan dengan pengembangan ternak, pengolahan minimum dan pengolahan residu pertanaman.

  7. Mempromosikan pendidikan dan pelatihan bagi penyuluh pertanian untuk memperbaiki citra dan tujuan pertanian organik.

  8. Memanfaatkan kotoran ternak yang berasal dari unggas, babi, ayam, itik, kambing, dan kelinci sebagai sumber pakan ikan.

Sesuai dengan prinsip – prinsip pertanian organik, ada sebuah metode pengembangan pertanian yang dikenal sebagai metode bertani ‘tanpa bekerja’ dikembangkan di Jepang oleh seorang petani Jepang yang berlatar belakang ahli mikrobiologi (mantan seorang ilmuwan laboraturium). Ada empat azas bertani alami yang dipraktikan, yaitu :

1.  Tanpa pengolahan, yaitu tanpa membajak atau membalik tanah.

Tanah sebenarnya mampu mengolah dirinya melalui penetrasi akar – akar tumbuhan, aktivitas mikroorganisme, binatang – binatang kecil dan cacing – cacing tanah.

2.  Tanpa pupuk kimia atau kompos yang dipersiapkan.

Kebutuhan pupuk untuk tanaman bisa dipenuhi dengan tanaman penutup tanah semisal leguminose, kacang – kacangan dan mengembalikan jerami ladang dengan ditambah sedikit kotoran unggas. Jika tanah dibiarkan pada keadaannya sendiri, tanah akan mampu menjaga kesuburannya secara alami sesuai dengan daur teratur dari tumbuhan dan binatang.

Jika tanah dibiarkan secara alami, maka kesuburannya alaminya akan naik. Sisa – sisa bahan organik dari tumbuhan dan binatang membusuk, oleh air hujan zat – zat hara masuk ke dalam tanah, diserap tanaman dan menjadi makanan mikroorganisme.

3.  Tanpa menghilangkan gulma dengan pengerjaan tanah atau herbisida.

Pada dasarnya gulma mempunyai peranan dalam menyeimbangkan komunitas biologi dalam membangun kesuburan tanah. Gulma – gulma itu cukup dikendalikan ukan dihilangkan. Mulsa jerami, tanaman penutup tanah, penggenangan air sementara merupakan cara pengendalian gulma yang efektif.

4.  Tidak tergantung dari bahan – bahan kimia.

Ketika praktik – praktik bertani yang tidak alami dengan pemupukan, pengolahan tanah, pemberantasan gulma maka ketidakseimbangan penyakit dan hama menjadi masalah serius. Hama dan penyakit memang tidak dipungkiri dapat memberi kerugian tetapi masih dalam batas – batas yang tidak memerlukan penggunaan zat – zat kimia (pestisida). Pendekatan yang arif adalah dengan menanam tanaman yang lebih tahan terhadap hama dan penyakit pada sebuah lingkungan yang sehat. Penggunaan bahan kimia hanya efektif untuk sementara waktu, pada saatnya akan menyebabkan terjadinya ledakan hama yang lain karena keseimabangan bioligis terganggu karena penggunaan bahan kimia tersebut.

        3.  Kelemahan dalam Sistem Pertanian Organik

Beberapa hal yang menjadi kelemahan dalam mengembangkan pertanian organik, yaitu :

  1. Ketersediaan bahan organik terbatas dan takarannya harus banyak

  2. Transportasi mahal karena bahan bersifat ruah

  3. Menghadapi persaingan dengan kepentingan lain dalam memperoleh sisa pertanaman dan limbah organik

  4. Hasil pertanian organik lebih sedikit jika dibandingkan dengan pertanian non organik yang menggunakan bahan kimia terutama pada awal menerapkan pertanian organik.

  5. Pengendalian jasad pengganggu secara hayati masih kurang efektif jika dibandingkan dengan penggunaan pestisida kimia.

  6. Terbatasnya informasi tentang pertanian organik.

    4.   Kelebihan dalam Sistem PertanianOrganik

  1. Meningkatan aktivitas organisme yang menguntungkan bagi tanaman.

Mikroorganisme seperti rizobium dan mikroriza yang hidup di tanah dan perakaran tanaman sangat membantu tanaman dalam penyediaan dan penyerapan unsur hara. Juga banyak organisme lain yang bersifat menekan pertumbuhan hama dan penyakit tanaman. Misalnya pertumbuhan cendawan akar (Ganoderma sp, Phytopthora sp) dapat ditekan dan dihalangi oleh organisme Trichoderma sp.

      2.Meningkatkan cita rasa dan kandungan gizi.

Cita rasa hasil tanaman organikmenjadi lebih menarik, misalnya padi organik akan menghasilkan beras yang pulen, umbi – umbian terasa lebih empuk dan enak atau buah menjadi manis dan segar. Selain itu pertanian organik juga meningkatkan nilai gizi. Hasil uji laboraturium terhadap beras organik mempunyai kandungan protein, dan lemak lebih tinggi daripada beras nonorganik. Begitu pula nasi yang berasal dari beras organik bisa bertahan (tidak mudah basi) dua kali lebih lama ketimbang nasi dan beras organik. Kalau biasanya nasi akan menjadi basi setelah 12 jam maka nasi dari beras organik bisa bertahan 24 jam.

       3.  Meningkatkan ketahanan dari serangan organisme pengganggu.

Karena dengan penggunaan pupuk organik yang cukup maka unsur – unsur hara makro dan mikro terpenuhi semua sehingga tanaman lebih kuat dan sehat untuk menahan serangan beberapa organisme pengganggu dan lebih tahan dari serangan peryakit.

      4.Memperpanjang unsur simpan dan memperbaiki struktur.

Buah dan hasil pertanian tidak cepat rusak atau akibat penyimpanan. Buah cabai misalnya akan nampak lebih kilap dengan pertanian organik, hal ini bisa dipahami karena tanaman yang dipupuk organik , secara keseluruhan bagian tanaman akan mendapat suplai unsur hara secara lengkap sehingga bagian – bagian sel tanama termasuk sel – sel yang menyusun buah sempurna.

      5.  Membantu mengurangi erosi.

Pertanian organik dengan pemakaian pupuk organik mejadikan tanah leih gembur dan tidak mudah terkikis aliran air. Struktur tanah menjadi lebih kompak dengan adanya penambahan bahan – bahan organik dan lebih tahan menyimpan air dibanding dengan tanah yang tidak dipupuk bahan organik. Pada tanah yang miskin bahan organik, air mudah mengalir dengan membawa tanah.

43 comments on “Pertanian Organik

    • Pertanian organik bukanlah suatu pertanian alternatif, tetapi pertanian organik adalah pertanian yang merupakan kebutuhan manusia diseluruh dunia, Indonesia sebagai negara berkembang masyarakatnya belum begitu menyadari akibat dari pertanian anorganik yang berefek penyakit bagi manusia, tetapi bagi negara negara yang sdh maju pertanian organik adalah pertanian kebutuhan sehingga negara mereka telah banyak mengeluarkan dana untuk kemajuan pertanian organik.
      Untuk mengatasi struktur tanah yang sudah dirusak oleh pupuk kimia, maka pertanian organik adalah salah satu cara untuk memperbaiki kembali struktur tanah tersebut. sebab pertanian organik menggunakan pupuk organik yang terhindar dari unsur unsur yang ada dalam pupuk kimia buatan. seperti menggunakan pupuk kandang, pupuk kompos dan lain lain, serta pestisida juga terbuat dari tumbuh tumbuhan dan sebagainya dan terhindar dari pestisida kimia.

  1. Assalamualiakum Wr.Wb..,,!
    Saya mahasiswa ibuk yg bernama RAHMAD TAUFIK SIREGAR, NIM 1309009066 AGT2013.Mngucapkan byk terimakasih atas blog ibuk,

    saya ingin bertanya?
    bagaimana cara mengatasi Kelemahan dalam Sistem Pertanian Organik ?

    • Kita berharap para ilmuan terus mengkaji masalah pertanian organik tersebut sehingga para petani organik dapat menggunakan pupuk organik dan pestisida organik dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang lebih baik atau sama dengan harga pupuk kimia dan pestisida kimia.
      kemudian pemerintah harus lebih banyak memberikan informasi kepada masyarakat tentang keuntungan pangan pertanian organik, dan bahaya apabila mengkonsumsi hasil pertanian anorganik dalam jumlah yang begitu banyak.
      saat ini harga hasil pertanian organik lebih mahal dari pertanian anorganik, disebabkan biaya operasional lebih tinggi, maka kita berharap peran pemerintah untuk dapat membantu para petani organik sehingga harga jualnya dapat terjangkau seluruh lapisan masyarakat. selama ini pertanian organik hanya baru menyentuh golongan ekonomi menengah keatas

  2. Assalamualiakum Wr.Wb..,,!
    Saya mahasiswa ibuk yg bernama FAJAR PRAHARDI, NIM 1309009024 AGT2013.Mngucapkan banyak terimakasih atas sistem pembelajaran ibuk yang model baru ini sehingga saya dapat membaca di mana pun saya berada.

    saya inginbertanyak?

    coba ibu jelaskan bagaimana Reklamasi dan rehabilitasi lahan dengan menerapkan konsep pertanian organik, dan berikan contohnya?

    • Untuk reklamasi dan rehabilitasi lahan dengan konsep pertanian organik dapat diterap dengan baik dengan syarat,seluruh struktur yang terkait dengan pertanian organik tersebut harus jujur dan bertanggung jawab.
      dimulai dari pembuatan pupuk organik, pestisida, pembibitan dan pengolahan tanah. jika kejujuran dan tanggung jawab tidak ada maka konsep pertanian organik tersebut tidak akan dapat diterapkan.
      contoh seorang petani organik mengaku pertanian yang dia kelola adalah pertanian organik, tetapi karena tidak ada kejujuran dan rasa tangggung jawab secara sembunyi dia masih menggunakan pupuk atau pestisida kimia

  3. Assalamualaikum. Buk ini saya mahasiswa dari FP UISU. Nama saya Hamid Satriadi (1309009100), AGT 2013.

    Saya mau bertanya, apa saja kendala yang di alami para petani di indonesia dalam menerapkan pertanian organik saat ini ?

    • kendalanya :
      1. Tanah sudah banyak yang kritis sehingga pembenahan tanah tersebut sangat berat
      2. pengetahuan para petani masih sangat minim tentang pertanian organik
      3. dalam skala besar bahan organik sulit diperolah
      4. Kebutuhan pertanian organik masih jauh lebih tinggi dari pertanian anorganik

  4. asallamualaikum Wr.Wb
    Saya mahasiswa ibuk yang bernama BAYU ARWANDI NIM : 1309009008 AGT 2013.Mengucapkan banyak terima kasi atas atas sistem pembelajaran ibuk yang model baru ini sehingga saya dapat membaca di mana pun saya berada.

    saya ingin bertanya?
    bagaimana cara pengolahan tanah yang di katakan benar benar organik tanpa ada unsur bahan kimiawi ataupun pestisida.

  5. nama : yopi yaman zega
    nim : 1309009089

    Terimahkasih atas kesempatanya bu, dalam hal ini saya ingin mengajukan suatu pertayaan seputar pertanian organik,

    kita tau bu bahwa bahan organik sangat perlu bagi tanaman khususnya dalam perubahan stuktur tanah yang dapat membantu dalam hal kesuburan, tetapi unsur hara sedikit, maka dalam hal ini, petani umumnya ingin produksi maksimal, jadi bagaimana langkah-langkah untuk meningkatkan hasil pertanian tanpa menggunakan pupuk kimia bu..?

    Thanks bu..

  6. Saya mahasiswa ibuk, nma saya kurniawan nim:1309000381 kuliah hri senin jam 16:00 wib

    Saya mw brtanya buk, pertnyaan sya kutip dri pra petani “jika suatu pertanian yg di jalani hrs mnggunakn semua bhan organik tnpa bhan kimia yg plg utama pupuk, mreka akn rugi. Mreka mw mnggunakn bhan organik, tetpi stelah msa produksi tanamn, mrekai mnggunakn pupuk kimia untk mndptkn hsil yg besar. Apakh ini msh dblg sistem prtanian organik. Trimzz buk

  7. asalmualikum buk nama saya mahadi nim:1309000389 saya kuliah pertanian organik hari senin jam 16.00 buk

    saya mau bertanya buk
    bagaimana cara menentukan daun ke 17 untuk di analisa menggunakan spiral kanan dan spiral kiri dan bagimana cara menentukan daun ke 17 secara sederhana buk

  8. Nama : Sayyidatan Hidayati Siregar
    NIM : 130900414
    Prodi : Agroteknologi
    Pertanian Organik (Senin, 16.00)

    Assalamualaikum wr.wb.
    Buk saya ingin bertanya.
    Apakah pertanian organik dapat berkontibusi dalam mengurangi pemanasan global sekarang ini.??

  9. Nama : M.Rafensky .F. Daulay
    Nim : 1309000388

    Assalammualaikum buk….
    Saya mau bertanya buk… Kenapa pada saat sekarang pertanian organik mulai di perhatikan, sampai pemerintah sampai mencangangkan go organik 2010 buk ?

  10. Nama : Yudi Satria
    Nim :1209008966

    assalamualaikum Wr.Wb, saya ingin bertanya,,mengapa pertanian organik kurang direspon?

  11. Nama: Prasetyo Suhendi
    Nim: 1309000408
    Hari senin jam 16.00

    Assalamualaikum wr wb
    saya ingin bertanya kepada ibu apakah ada faktor dalam atau luar yg dapat mempengaruhi proses dari pengomposan yg dapat mempercepat atau memperlambat pengomposan tersebut bu?

    syukron..

  12. Assalamuallaikum wr.wb
    Nama: yanda andhika hrp
    Nim:1309000421
    AGT-2013
    Saya mahasiswa ibu Yang mengambil mata kuliah PO. Saya ingin bertanya. Apa yang membuat seorang pelaku pertanian dikatakan berhasil dalam bidang yang mencakup Pertanian organik di segala aspek pertanian. Dimana semua prosedur PO sudah dilakukan. Tetapi tidak sesuai target yang di inginkan oleh individu maupun kelompok pertanian.
    Semoga ibu berkenan menjawab pertanyaan sederhana yang saya ajukan ini. Terimakasih Wassallam.

  13. nama : Khairul Ikmal
    nim : 1309000379
    Prodi : Agroteknologi.

    assalamualaikum. terima kasih atas bahan kuliah yang ibu berikan kepada kami. saya tau bahwa Pertanian organik merupakan pertanian yang bebas bahan kimia, tetapi pertanian masa sekarang tidak luput dari bahan kimia. bolehkah bila pertanian organik tetapi masih memakai bahan kimia untuk mengendalikan hpt! karena bahan organik tidak mampu mengendalikan hpt?

  14. Nama : Muhammad Khairul Isnan
    Nim : 1309000398
    Mata Pelajaran : Pertanian Organik

    Asalamu’alaikum.wr.wb
    Buk saya ingin bertanya, sekarang banyak Supermarket atau pasar yang menjual segala jenis sayur-sayuran yang mengatas namakan Organik. bahkan kita tidak segan-segan untuk membeli sayuran tersebut.
    Yang ingin saya tanyakan, “Bagaimana cara konsumen membedakan sayuran yang menggunakan bahan-bahan organik dan sayuran yang menggunakan bahan-bahan kimia dari segi luar atau fisik sayur tersebut?”

    terima kasih buk.

  15. Nama : BAMBANG SUPRAPTO
    Nim : 1209000349

    Assalamualaikum wr.wb . saya ingin bertanya kak . kenapa pertanian organik itu tidak bisa di terapkan 100 % di Indonesia, padahal pemahaman saya pada tahun 2010 pemerintah di Indonesia sudah menerapkan pertanian organik di Indonesia.
    terima kasih🙂

  16. Nama : Muhamad Zepri
    NIM : 1309000402

    ass… saya bertanya tentang kapankah waktu pemupukan tanaman sawit yang baik dan benar dan bagaimanakah apabila pemupukan dilakukan pada musim kemarau?
    terimakasih..
    wassalam…

  17. Assalamualaikum buk, buk saya ingin bertanyak
    Bagaimana buk cara mengolah tanah pertanian organik dengan baik,sementara tanah nya dalam keadaan kritis?
    Apakah hrus dengan membiarkan tanah tersebut dalam jangka waktu yang lama untuk mengembalikan kesuburan tanah tersebut?

  18. Nama : Nanda Fachri Reza Wiratama
    Nim : 130900405
    Prodi : Agroteknologi

    Assalamualaikum wr wr..
    Saya mahasiswa ibu yang mengambil mata kuliah pertanian organik..
    Saya ingin bertanya soal materi kuliah hari senin tanggal 12 Oktober 2015..
    Ibu membahas tentang limbah pabrik yang dapat di olah menjadi pupuk untuk tanaman..
    Bagaimana cara mengolah limbah pabrik menjadi pupuk organik sementara di dalam limbah pabrik tersebut terdapat bahan kimia yang berbahaya bagi tanaman..
    Apakah limbah pabrik tersebut tidak berbahaya bagi tanah maupun tanaman itu sendiri dan bagaimana cara pengolahan limbah pabrik tersebut?
    Terimakasih..
    Wassalamualaikum wr wb..

  19. Nama : SANDY KURNIAWAN
    Nim : 1309000438
    Prodi : AGT

    Assalamualaikum buk,
    sebelumnya saya berterima kasih atas proses perkuliahan secara online yang telah ibuk buat dalam sistem belajar mengajar di fakultas pertanian uisu, semoga model perkuliahan ini dapat berjalan dengan baik ke depannya.
    Di sini saya ingin menanyakan, apabila pada tanaman budidaya organik diteliti bahwa tanaman tersebut kekurangan unsur hara N sehingga pertumbuhannya kurang baik, bagaimana memenuhi asupan unsur hara N pada tanaman budidaya organik tersebut bila harus menggunakan bahan organik sebagai sumber unsur haranya?
    terima kasih buk.

  20. Assalamualaikum wr.wb
    nama : alfin frayuda
    nim : 1309008995
    prodi : agroteknologi
    masuk kuliah pertanian organik pada hari senin pukul 16:00 .
    saya ingin bertanyak kepada ibuk , apa bila di suatu lahan kelebihan bahan organik , bagimana cara kita mengatasinya , sedangkan kebutuhan nutrisi hara pada tanaman haru seimbang ?
    terimakasih ….
    walaikum salam wr.wb

    • – Kurangnya penyuluhan dari pemerintah
      – Kurangnya kesadaran para petani tentang bahaya pertanian anorganik
      – Kurangnya pupuk organik dan pestisida organik di pasaran
      – Harga pupuk organik dan pestisida organik lebih mahal
      – Proses pupuk anorganik lebih instan daripada pupuk organik
      – Belum tersedianya pasaran hasil pertanian organik
      – Kurangnya daya beli masyarakat sebab harga hasil pertanian organik lebih tinggi dari pertanian anorganik

  21. Asalammualaikum Wr. Wb.
    Nama saya Irwanto
    Nim : 1309009035
    saya ingin bertanya
    Bolehkah melakukan pertanian organik di tanah gambut. kalau boleh ! tanah gambut kan miskin akan unsur hara. bagaimana cara untuk membuat lahan gambut menjadi lahan yang cocok untuk budidaya pertanian organik, sedangkan kita tahu sendiri bahwa lahan gambut miskin akan unsur hara. Langkah apa yang harus kita lakukan untuk memperbaikinya. Terima kasih.
    email facebook saya :
    Wansaja69@yahoo.com

  22. Nama : Fahmi Mualim
    Nim : 1109000224
    Prodi : AGT

    Assalamualaikum wr.wb
    Disini tertulis bahwasanya ” pertanian organik bertujuan untuk menghasilkan kecukupan dan ketersediaan pangan atau pun produk lainnya dengan kualitas yang baik. ”
    Coba tolong ibu jelaskan maksud tujuan diatas dan seandainya kualitas barang/produk yang menurut petani baik tapi ketika dipakai akan menyebabkan kerusakan yang parah,bagaimana cara mengatasinya?

  23. Nama : Fahmi Mualim
    Nim : 1109000224
    Prodi : AGT

    Assalamualaikum wr.wb
    Disini tertulis bahwasanya “pertanian organik bertujuan untuk menghasilkan kecukupan dan ketersediaan pangan atau pun produk lainnya dengan kualitas yang baik.”

    Coba tolong ibu jelaskan maksud tujuan diatas danseandainya barang/produk yang menurut petani bagus tetapi begitu dipakai malah tidak cocok,bagaimana cara mengatasinya?

  24. Nama : Endang Ayu Ramadhani
    Nim : 1209000352

    Assalamu’alaikum bu, saya ingin bertanya bagaimana cara supaya pertanian organik dapat di terapkan oleh para petani di indonesia????

Berilah komentar anda !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s