Fertilisasi

Fertilisasi
Fertilisasi

 

Fertilisasi adalah proses berfusinya pronukleus jantan pada sperma dengan pronukleus betina pada ovum hingga berbentuk zigot yang berlangsung di dalam tuba falopii (saluran telur).

Struktur Ovum

 http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_301/Flash/h_04.swf

Sel yang diovulasikan dari ovarium dilindungi oleh :

1. Corona radiata merupakan lapisan sel-sel granulosa yang melekat di sisi luar oosit
2. Zona pelusida merupakan glikoprotein yang membungkus oosit.

Sel telur mengeluarkan senyawa fertilizin yang tersusun dari glikoprotein yang berfungsi :

1. Mengaktifkan sperma agar bergerak lebih cepat.
2. Menarik sperma secara kemotaksis positif.
3. Mengumpulkan sperma di sekeliling ovum.

 

 

Struktur Sperma

http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_301/Flash/h_05.swf

Sperma memiliki bagian sebagai berikut :

  1. 1.  Kepala yang berinti tebal dan sedikit sitoplasma diselubungi oleh selubung tebal yang disebut akrosom.
  2. 2.  Badan sperma terletak di bagian tengah sperma dan banyak mengandung mitokondria sebagai penghasil energi untuk pergerakan sperma.
  3. 3.  Ekor untuk alat pergerakan sperma.

Bagian akrosom sperma menghasilkan enzim, sebagai berikut :

  1. 1.  Hialuronidase : Enzim yang dapat melarutkan hialuronid pada corona radiata, sehingga sperma dapat menembus ovum.
  2. 2.  Akrosin : protease yang dapat menghancurkan glikoprotein pada zona pelusida
  3. 3.  Anti Fertilizin : antigen terhadap ovum sehingga sperma dapat melekat pada sel telur.

 

Proses Fertilisasi

 

 

http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_301/Flash/h_06.swf

 

Fertilisasi terjadi saat oosit sekunder yang mengandung ovum dibuahi oleh sperma dan terjadi di tuba falopii dengan kejadian sebagai berikut :

 

1. Penetrasi sperma
Oosit sekunder mengeluarkan fertilizin untuk menarik sperma agar mendekatinya. Sperma harus menembus lapisan-lapisan yang mengelilingi oosit sekunder dengan cara mengeluarkan enzim hialuronidase untuk melarutkan senyawa hialuronid pada corona radiata, lalu mengeluarkan akrosin untuk menghancurkan glikoprotein pada zona pelusida dan anti fertilizin agar dapat melekat pada oosit sekunder.

2. Proses di sel telur
Sel-sel granulosit di bagian korteks oosit sekunder mengeluarkan senyawa tertentu agar zona pelusida tidak dapat di tembus oleh sperma yang lainnya. Penetrasi sperma akan merangsangsel telur untuk menyelesaikan proses meiosis II yang menghasilkan 3 badan polar dan satu ovum (inti oosit sekunder).

3. Setelah penetrasi
Setelah sperma memasuki oosit sekunder, inti atau nukleus pada kepala sperma akan
membesar dan ekor sperma akan berdegenerasi.

4. Penggabungan inti
Terjadi penggabungan inti sperma yang mengandung 23 kromosom (haploid) dengan inti ovum yang mengandung 23 kromosom (haploid) sehingga menghasilkan zigot.

 

 

Proses perkembangan janin hingga 9 bulan (klik tombol play untuk proses)

 

http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_301/Flash/h_16.swf

Berilah komentar anda !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s