Analisis jaringan

 

“Leaf analysis: determines the elemental content of a particular plant part, a laboratory analysis of collected plant tissue.”

Pengukuran kuantitatif status hara suatu tanaman, dilakukan dengan pengambilan cuplikan tanaman di lapangan diteruskan dengan analisis di lab. Diperlukan untuk konfirmasi suatu diagnosis visual, dapat mendeteksi kekahatan pada tahap dini sehingga perbaikan masih dimungkinkan untuk mencegah kehilangan hasil panen. Digunakan bersama dengan uji tanah, karena kekahatan tanaman tidak selalu berhubungan dengan kekurangan hara dalam tanah. Rekomendasi pemupukan seingkali lebih baik dibuat berdasarkan hasil uji tanah dibandingkan analisis jaringan.

Langkah yang dikerjakan dalam analisis jaringan meliputi:

  1. pengambilan cuplikan di lapangan,
  2. penyiapan cuplikan (dikeringkan, dihaluskan),
  3. destruksi basah atau kering
  4. penetapan kadar hara (gravimetri, titrasi, spektrofotometri, flamfotometri)
  5. penafsiran hasil dan pembuatan rekomendasi.

Pengambilan cuplikan yang tepat merupakan langkah yang penting. Aras kecukupan hara ditentukan berdasarkan letak bagian tanaman yang diambil sebagai cuplikan pada fase pertumbuhan tertentu, misalnya: (1). daun yang baru saja dewasa  dan membuka secara sempurna (recently matured, fully expanded leaves), atau (2). tangkai daun dari daun yang baru saja dewasa (petioles from recently matured leaves).

Pengambilan pada fase kebutuhan tanaman sampai dipuncaknya (high nutrient demand), misalnya: (1).  titik puncak fase vegetatif (peak vegetative growth stage), atau (2). fase generatif (reproductive stage). Penafsiran hasil untuk setiap tanaman bersifat spesifik.

Manfaat analisis jaringan tanaman adalah:

  1. untuk mengetahui kadar hara dalam jaringan tanaman, atau
  2. untuk menghitung serapan hara oleh tanaman.

Tingkat kecukupan hara dalam jaringan tanaman dapat dibedakan:

  1. Aras kritis (critical value, critical level, critical nutrient concentration) menunjukkan kadar hara dalam jaringan, dibawah kadar ini menampakkan gejala kekahatannya, umumnya pada aras ini hasil panen turun 10%. Jika diberi tambahan hara, tanaman bersifat sangat responsif, dan gejala kekahatan akan menghilang.
  2. Kisaran kritis hara (critical nutrient range): sukar untuk ditentukan secara tepat, merupakan peralihan antara wilayah kekahatan dengan kecukupan hara, hasil tanaman berkurang antar 0% sampai 10%. Pemberian hara akan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman.
  3. Kisaran kecukupan (sufficiency range, sufficiency level, sufficiency zone): kadar hara cukup untuk mendukung pertumbuhan dan hasil panen yang maksimum, pemberian hara dapat meningkatkan kadar hara dalam jaringan tetapi tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
  4. Aras berlebihan atau meracun (excessive or toxic level): kadar hara terlalu tinggi mengakibatkan penurunan pertumbuhan dan hasil tanaman, jika kadarnya sangat tinggi dapat meracuni tanaman atau mengakibatkan gangguan ketimpangan hara (imbalance of nutrients).

Berilah komentar anda !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s