Keharaan berimbang

 

Ketimpangan hara (nutrient imbalances) muncul akibat pola tanam monokultur dan pemupukan yang tidak berimbang. Sebagian besar lahan padi sawah hanya diberi Urea dan TSP (sekarang yang tersedia SP36, atau SP27). Ada sebagian yang memberikan N dalam bentuk Urea dan ZA ([NH4]2SO4). Kondisi demikian telah menyebabkan pengambilan hara selain N, P, Ca dan S  (karena ada dalam bahan pupuk yang diberikan petani) menjadi jauh lebih besar dibandingkan yang dapat disediakan oleh tanah. Ini dikenal dengan istilah penambangan hara (nutrient mining) di lahan sawah. Berdasarkan hukum Liebig, hara yang terbatas jumlahnya akan menjadi faktor pembatas pertumbuhan dan hasil panen yang akan diperoleh. Hal ini ditunjukkan oleh produktivitas padi sawah (hasil dalam ton per hektar) yang terus menurun terutama di Jawa pada dekade terakhir ini.

Pemerintah menggalakkan penggunaan pupuk berimbang dengan meningkatan produksi pupuk NPK. Jadi petani tidak hanya memberikan hara N dan P, tetapi juga sekaligus K. Di masa depan yang diperlukan adalah pupuk spesifik atau tematik. Artinya pupuk yang lengkap kandungan haranya (hara makro dan hara mikro) yang telah disesuaikan dengan jenis tanaman dan lokasi usaha taninya. Untuk membuat pupuk yang tematik sifatnya, diperlukan database yang cukup tentang kadar dan serapan hara oleh setiap jenis tanaman yang diusahakan, sifat tanah dan lingkungan yang mempengaruhi cadangan dan efisiensi penyerapan hara.

Penggunaan pupuk organik, bentuk padat atau cair, telah dilaporkan mampu meningkatkan hasil panen per hektar. Hal ini disebabkan di dalam pupuk organik tersebut terkandung hara yang selama ini menjadi faktor pembatas dalam lahan tersebut. Pupuk organik telah menjadi kebutuhan mutlak bagi pengusaha hortikultura. Sejumlah pengusaha yang menyewa lahan untuk tanaman mereka akan diuntungkan jika mendapatkan lahan yang masih cukup tinggi kandungan bahan organiknya.

Berilah komentar anda !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s