Tembaga

 

[Cu] [Fe] [Mn] [Zn] [B] [Cl] [Mo]

Cu dalam tanaman

  1. Diserap dalam bentuk Cu2+ atau komplek organik.
  2. Reaksi redoks: komponen plastosianin, sitokrom oksidase, ensim oksidase; diperlukan dalam proses fotosintesis, respirasi, lignifikasi, pembentukan serbuksari, dan penyerbukan.
  3. Tidak mudah dipindahkan antar jaringan, kekahatan muncul pada titik tumbuh, daun yang muda.
  4. Gejala kekahatan: warna hijau muda, biru muda, kekuningan pada daun muda; tepi daun menggulung, ujung daun kering; daun layu; pembentukan dan buah biji buruk.

Cu dalam tanah

  1. Meskipun kecil terdapat dalam mineral primer dan sekunder.
  2. Larutan tanah: kelarutan Cu ditentukan oleh pH larutan dan proses jerapan pada permukaan mineral dan organik; di dalam larutan terutama berbentuk khelat
  3. Kelarutan Cu dan pH: Tanah-Cu (mineral) + 2H+ –> Cu2+. Cu terlarut berkurang 100 kali jika pH naik 1 unit. Reaksi hidrolisis Cu: pH <7, Cu2+ dominan, jika pH >7, CuOH+ dominan, pH meningkat diikuti peningkatan jerapan Cu.
  4. Jerapan Cu: Cu dijerap pada lempung, oksida Al, Fe, Mn dan permukaan organik; (jerapan Cu ini paling kuat dibanding hara mikro lainnya);  jerapan dalam bentuk dapat ditukar pada permukaan lempung; bahan organik mengurangi atau meningkatkan ketersediaan Cu: jika bahan organik tidak larut berarti mengurangi cu dari larutan, tetapi khelatyang larut meningkatan ketersediaan Cu; sebagian besar Cu dapat disekap (occluded) atau diendapkan dalam struktur lempung atau mineral oksida

 

 

Gerakan Cu menuju akar

Cu bergerak karena difusi. Khelasi meningkatkan Cu terlarut, difusi khelat Cu sangat penting untuk mencukupi kebutuhan tanaman.

 

Kekahatan Cu

  1. Sering dijumpai pada tanah organik: apasitas jerapan tinggi.
  2. Dapat terjadi pada tanah pasiran yang sudah terlindi dan memiliki pH tinggi.
  3. Interaksi hara: kadar Fe, Zn, dan P memicu kekahatan Cu.
  4. Tanaman peka: biji-bijian, wortel, bawang merah.

Pupuk Cu

  1. Rabuk dan pupuk organik: menambah khelat, rabuk dari kandang babi dan biosolid dapat mengandung Cu sangat tinggi
  2. Sumber anorganik: khelat Cu diberikan sebagai pupuk daun atau lewat tanah efektivitasnya sama.
  3. Jika diberikan dalam larikan dapat menyebabkan kerusakan akar.

Berilah komentar anda !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s