Berkebun Andenium (Bunga Tumpuk)

MEMPERINDAH ADENIUM

Adenium rajin berbunga
Tanaman adenium akan rajin berbunga dengan cara melakukan pemangkasan, baik  pangkas batang maupun cabang. Tunas yang terbentuk akan muncul bunga. Namun demikian, tanaman harus dalam keadan sehat dan media tanah harus benar-benar subur. Pemangkasan sebaiknya dilakukan pada pagi hari karena potongan batang  cepat kering. Tujuan dari pemotongan ini agar tanaman rajin berbunga dan dapat memotong siklus hama dan  penyakit adenium.

 

    


Berkesan kokoh dan berkarakter
Agar tanaman adenium terkesan kokoh dan berkarakter haruslah memperhatikan: akar, batang, dan bonggol yang menggembung. Keindahan bonggol masih dapat dinikmati lebih lama meskipun bunganya rontok.

 

       

Jenis Adenium

Ragam jenis adenium
Adenium menampilkan berbagai jenis mulai dari bentuk daun, motif, dan warna bunga, di antaranya:


Adenium obesium
Daun panjang dengan ujung yang lembut, tulang daun sangat bervariasi dari yang tipis sampai kasar dan berwarna hijau cerah. Bunga berbentuk bintang, adenium ini termasuk tanaman yang rajin berbunga.

Adenium multiflorum
Daunya besar dan lebar, bunga berbentuk bintang, tanaman ini jarang berbunga sampai umur 4-5 tahun setelah itu sanagt rajin berbunga

Adnium swazicum
Daun berwarna hijau muda sampai hijau tua dengan bulu halus di permukaan bawah daun, bunga berbentuk bintang, tanaman ini termasuk mudah tumbuh dan mudah dikembangbiakkan.

Adenium doxon
Tanaman ini muncul akibat terjadinya mutasi, kemungkinan pemicunya adalah pembagian jatah nutrisi yang tidak merata. Stres air yang berlebihanpun bisa menyebabkan efek yang sama jika terjadi berkepanjang. Pendapat ini belum teruji benar masih dibutuhkan penelitian yang lebih lanjut. Munculnya bunga tumpuk pada adenium ini masih belum stabil, apabila digraffting mungkin keluar bunga tumpuk hanya 50-60% dari semua bunga yang muncul. Selain itu, tidak semua bunga tumpuk akan mekar dalam satu pohon, bisa jadi sebagian besar petal susun tetap menguncup.

 

Sumber: Penerbit : Agromedia Pustaka dan Penebar swadaya

Cara Menanam

Menanam adenium atau kamboja jepang, habitat asli (lingkungan kehidupan) tempat pertumbuhanya merupakan tanah berpasir. Untuk itu dipersiapkan media tanam yang bersifat poros. Langkah–langkah menanam adenium akan diuraikan sebagai berikut.

Peralatan

 

     
Cangkul
 
Sekop
 
Karter
 
 Semprotan/Selang


Media tanam
Pemakaian media tanam yang cocok digunankan adalah:

Kombonasi media tanam disampaikan 4 alternatif pilihan, yaitu:

  1. Dua bagian tanah bakar atau tanah arang + 1 bagian pupuk kandang atau kompos + bagian sekam bakar
  2. Dua bagian serbuk kelapa + 1 bagian pupuk kandang atau kompos + 1 bagian arang kasar ( + 1cm x 1cm) 
  3. Dua bagian pasir bangunan kasar + 1 bagian pupuk kandang atau kompos + 1 bagian sekam bakar
  4. Dua bagian pasir malang + 1 bagian pupuk kandang atau kompos + 1 bagian sekam biasa.

     
Arang
 
sekam
 
 pasir malang
 
coco paet

Perbanyakan Adenium

Memperbanyak adenium
Ada dua cara memperbanyak adenium, yaitu:

  1. Cara generatif adalah memperbanyak dengan melalui biji
  2. Cara vegetatif adalah memperbanyak dengan melalui setek, cangkok, dan sambung.

Perbanyakan generatif

  1. Rendam biji dengan air hangat selama 2-4 jam.
  2. Siapkan pot semai dan isi bagian dasarnya dengan sterefom, arang atau batuan koral. Bahan tersebut berfungsi untuk menjaga drainase agar media tidak terendam air. Tinggi lapisan bahan 5-7 cm. Pot yang berdiameter 20 cm cukup untuk menyemai 100 biji adenium. Bisa juga digunakan seed tray, yaitu tempat penyemaian berbentuk persegi empat dengan lubang-lubang berdiameter 3 cm seed tray ini biasanya digunakan untuk penyemaian sampai tanaman berumur 3 bulan.
  3. Isi bagian atas seed tray dengan media tanam. Media yang dianjurkan perbandingan sekam bakar : pasir malang : coco paet : kompos.
  4. Mebasahi media dengan air secara perlahan-lahan.
  5. Menabur biji yang sudah direndam tadi di atas media yang sudah disiapkan.
  6. Kemudian, ditutup dengan lapisan media kira-kira setebal 1 cm. Dapat juga biji dibiarkan terbuka sampai tumbuh menjadi kecambah. Setelah menjadi kecambah, baru ditaburi dengan media tanam untuk menopang agar kecambah bisa berdiri tegak.
  7. Permukaan pot ditutup dengan plastik tembus pandang agar tidak terjadi penguapan berlebihan dan media tetap basah. Penggunaan plastik transparan  memudahkan perkembangan biji. Biasanya dalam waktu 3-7 hari biji sudah menjadi kecambah.
  8. Setelah menjadi kecambah, persemaian dapat ditempatkan di bawah naungan dengan intensitas sinar matahari 50% atau dijemur pada pagi hari selama 1-2 hari berturut-turut.
  9. Selanjutnya, diletakkan di tempat yang cukup sinar matahari seperti tanaman dewasa. Namun, media harus tetap dijaga agar tetap dalam keadaan lembap.
  10. Setelah umur 4-6 minggu sejak penyemaian, masing-masing tanaman bisa dipindahkan kedalam pot berdiameter 10-12 cm. Media tanam yang digunakan sudah bisa dicampur dengan pupuk lengkap dengan kadar P tinggi seperti 1-13-25. Dosis pupuk adalah 1 sendok teh untuk setiap satu pot berdiameter 10-12 cm ( ½ liter media ). Selanjutnya tanaman dirawat sampai berbunga. 

 

Perbanyakan vegetatif

  1. Potong batang sepanjang 10-15 cm. Sisakan 2-3 helai daun untuk mengurangi penguapan. Gunakan pisau yang tajam dan steril agar tanaman tidak terinfeksi.
  2. Setelah dipotong, kering anginkan batang di tempat yang teduh selama 1-2 jam untuk mengeringkan batang. Bahan setek tersebut tidak boleh terkena air dan sinar matahari langsung.
  3. Celupkan bagian yang terpotong dengan zat perangsang akar, lalu kering anginkan selama 1-2 jam. Setelah itu, tancapkan batang setek pada media tanam sedalam 4-5 cm.
  4. Siram air secukupnya secara merata. Selanjutnya, letakkan tanaman di tempat teduh dengan intensitas cahaya matahari rendah, sekitar 60-70%.
       
1
 
2
 
3
 
4
 
5

 

Memperbanyak degan cara sambung (graffting)

  1. Batang tanaman bawah dipotong membentuk huruf V
  2. Menyiapkan batang atas dari tanaman jenis lain dan potong runcing
  3. Menyambung batang bawah dan atas
  4. Membalut batas sambungan dengan plastik

Perawatan Adenium

Pemupukan
Setiap tanaman adenium membutuhkan pupuk dan unsur hara. Biasanya unsur hara yang terdapat di media tanam kurang lengkap dan tidak dapat memenuhi kebutuhan tanaman. Oleh karena itu, diperlukan tambahan unsur hara berupa pupuk, contoh pupuk yang biasa digunakan adalah kompos.

 

Mengatasi hama dan penyakit
Adenium memiliki musuh bebuyutan yang menyerang di semua tahap pertumbuhan. Beberapa di antaranya menyerang sejak di stadia larva sampai dewasa yang berakibat seluruh bagian tanaman: akar, umbi, daun, pucuk, bunga diserang hama dan penyakit. Akibatnya, tumbuhan adenium tidak tampil prima, kalau dibiarkan lama kelamaan akan mati. Serangan hama pada adenium:


Ulat lepidoptera
Jarang meyerang daun namun apa bila tidak diperhatikan dan lambat diatasi akanmenyebar dengan cepat ulat ini akan mekan daun muda pada adenium bila banyak dijumpai pada tanaman adenium maka langsung dipotong lalu disemprot dengan pestisida 


Spider mite
Berbentuk seperti tungau berwarna merah, hama ini bersembunyi di permukan daun dan ketiak daun. Pencegahan dengan disemprot larutan akarisida kelthane.


 Kutu putih
Hama ini menyerang daun, batang, dan akarnya. Pencegahan dengan penyemprotan insektisida secukupnya.

Penyakit
Penyakit adenium umumnya disebabkan oleh infeksi cendawan dan bakteri. Kedua penyakit ini bersarang di tempat yang lembap. Serangan penyakit pada adenium, di antaranya:


Busuk pangkal
Batang berubah warna menjadi cokelat atau hitam dan mengeluarkan bau tidak sedap. Pencegahan dapat dilakukan dengan memotong bagian yang kena atau dengan mencabut atau menyemprot biosentri dengan dosis yang ditentukan


Layu pucuk
Pucuk tanaman membusuk tapi tidak mengeluarkan bau. Pencegahan dengan memangkas bagian yang terkan lalu dioleskan fungisida

Penyiraman
Tanaman adenium tidak membutuhkan air yang berlebihan, penyiraman dilakukan dengan memperhatikan kelembapan tanah. Kontrol kelembapan dengan cara  mengorek tanah bagian atas sedalam 2 cm, apabila masih basah tidak perlu dilakukan penyiraman.

Keunikan Adenium

Bonggol unik
Dapat dibagi menjadi 3:

  • Bonggol alami yaitu bonggol yang terjadi secara alami  
  • Bonggol kreasi yaitu identik dengan penambahan aksesoris di bonggol
  • Bonggol harmoni yaitu berasal dari alami dan kreasi yang mengeluarkan keindahan secara utuh.

Memperindah Denium Adenium rajin berbunga
Tanaman adenium akan rajin berbunga dengan cara melakukan pemangkasan, baik  pangkas batang maupun cabang. Tunas yang terbentuk akan muncul bunga. Namun demikian, tanaman harus dalam keadan sehat dan media tanah harus benar-benar subur. Pemangkasan sebaiknya dilakukan pada pagi hari karena potongan batang  cepat kering. Tujuan dari pemotongan ini agar tanaman rajin berbunga dan dapat memotong siklus hama dan  penyakit adenium.

 

 


Berkesan kokoh dan berkarakter
Agar tanaman adenium terkesan kokoh dan berkarakter haruslah memperhatikan: akar, batang, dan bonggol yang menggembung. Keindahan bonggol masih dapat dinikmati lebih lama meskipun bunganya rontok.

Penutup

Adenium merupakan salah satu tanaman yang mempunyai daya tarik untuk dibudidayakan. Selain keindahan warna dan corak bunga yang dimiliki, penampilan bonggol tanaman membuat keunikan tersendiri dibanding dengan tanaman kamboja pada umumnya. Keunikan bonggol adenium terjadi akibat proses alami; proses kreasi dengan penambahan asesoris pada bonggol yang terbentuk; dan proses harmoni yang terbentuknya bonggol akibat perpaduan proses alami dan kreasi.

Perlakuan perawatan tanaman melalui pemupukan diperlukan untuk mengatasi hama (ulat lepidoptera dan Spider mite) dan penyakit (busuk pangkal dan layu pucuk). Penyiraman tanaman tidak perlu dilakukan setiap hari karena bonggol berfungsi sebagai penyimpan cadangan air.  Adenium ini tergolong tanaman bandel karena mudah beradaptasi terhadap alam dan lingkungan sekitar.

Daftar Pustaka

  1. Anonim. Baru! Adenium Bunga Tumpuk. Trubus, 38 (446) 2007.
  2. Octa sugih. 2007. Adenium Agar Rajin Berbunga. Jakarta: Penebar Swadaya.
  3. Sunardi; Maloedy Sitanggang. 2007. Budidaya dan Bisnis Adenium. Jakarta: Agromedia pustaka.
  4. www. bp3.blogger.com
  5. www. bp0.blogger.com
  6. www. forum.wgaul.co
  7. www. photos.blogger.com
  8. www. Usefilm.com      

Berilah komentar anda !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s