Hama Dan Penyakit Adenium

Adenium merupakan tanaman yang mudah dalam perawatannya dan tahan banting. Tanaman ini berasal dari daerah yang kering dan tandus tau sering disebut tanaman gurun, tetapi dapat juga hidup di daerah yang dingin. Adenium mampu bertahan hidup meskipun tidak disiram dalam waktu yang lama. Walaupun demikian bukan berarti adenium bebas dari hama penyakit dan hama tanaman. Hama penyakit biasanya disebabkan karena serangan jamur atau cendawan, bakteri, atau virus. Tanda-tanda umumnya adalah daun adenium mulai menguning dan diikuti dengan bercak berwarna coklat dan tampak seperti terbakar dan akhirnya rontok. Jika sudah parah bagian ujung batang akan mengalami pembusukan. Serangan hama penyakit ini biasanya terjadi karena lingkungan yang terlalu teduh dan lembab apalagi di musim hujan sehingga jamur dan bekteri mudah berkembang biak.

Hama penyakit ini jarang menyerang tanaman adenium yang mendapat sinar matahari penuh dan sirkulasi udara yang baik. Hama penyakit ini dapat diatasi dengan cara menyemprotkan fungisida atau bakterisida, jika ada batang yang busuk maka segera dipotong dan diolesi dengan fungisida atau bakterisida tersebut. Daun-daun yang terkena hama penyakit juga segera dibuang jauh-jauh supaya tidak menyebar pada daun yang sehat.

Sementara itu adenium juga menjadi sasaran hama tanaman, di antaranya adalah laba-laba merah atau yang disebut dengan red spider atau tungau merah. Laba-laba merah yang mempunyai nama latin tetranychus cinnacinaborinus ini merupakan hama tanaman yang paling berbahaya bagi adenium karena hewan ini menghisap cairan yang ada pada adenium, jika dibiarkan lama-kelamaan daun adenium berguguran dan mati. Hama tanaman ini dapat diatasi dengan menyemprotkan akarisida pada adenium dan meletakkan adenium pada tempat yang sirkulasi udaranya baik, sinar matahari penuh, dan siraman air langsung karena red spider tidak menyukainya.

Hama tanaman lain yang menyerang ademium adalah kutu kuning, hewan ini menyerang bagian pucuk tanaman dan pangkal bunga adenium secara berkelompok dan kemudian menghisap cairan pada daun. Akibatnya daun dan bunga adenium akan layu dan rontok. Sedangkan hama penyakit yang menyerang batang dan akar adalah kutu putih yang mempunyai nama latin pseudococcus sp. Walaupun masih lebih berbahaya kutu kuning, tetapi kutu putih juga dapat menyebabkan kerusakan pada adenium. Hama tanaman ini diatasi dengan cara menyemprotkan insektisida sepekan sekali selama tiga pekan berturut-turut.

Ada juga hama tanaman lain yang menyerang akar yaitu nematoda. Hewan ini berupa siput kecil yang larvanya seperti cacing-cacing kecil yang menggerogoti akar adenium. Gejala yang tampak adalah daun menguning dan berguguran, demikian juga bunga dan kuncup bunga adenium, akarnya berkeriput dan berlubang. Cara mengatasinya adalah dengan insektisida khusus untuk nematoda.

Dengan meletakkan adenium pada tempat yang cocok dan pemberikan insektisida yang teratur, diharapkan dapat meminimalisir serangan hama tanaman dan hama penyakit pada adenium

Berilah komentar anda !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s