Said bin Al-Musayyab R.A

 

Pada suatu hari, Said bin Al-Musayyab Radhiyallahu Anhu, seorang sahabat Rasulullah, masuk ke dalam masjid. Di dalam masjid ia memperhatikan tiang-tiang masjid. Sejenak kemudian, ia merasa sedih karena mengingat sahabat-sahabat Rasulullah yang telah meninggal dunia. Dengan penuh kesedihan, ia mengatakan bahwa para sahabat pergi ke alam kubur dan meninggalkannya seorang diri, dengan rasa haru, ia juga mengatakan bahwa dirinya sedih karena kehilangan orang-orang kepercayaannya.
kisah-said-al-musayyab
Setelah itu terdengar suara berkata sedih dari pojok masjid. Suara itu menyatakan bahwa Said seharusnya tidak perlu merisaukan para sahabat yang telah meninggal itu. Said seharusnya menangisi diri sendiri hingga masa kematian itu tiba.
Kemudian, Said berkata,” Siapakah engkau yang telah menambah kesedihanku”? Terdengar suara, Aku adalah jin yang beriman kepada Allah. Dahulu aku adalah bagian dari kelompok jin yang berjumlah tujuh puluh. Kami tinggal di dalam mesjid ini. Jin itu menjelaskan bahwa jin-jin yang lain telah meninggal. Hanya dirinya yang masih hidup. Jin itu juga berkata,” Sungguh kita akan menyusul mereka, kita  adalah milik Allah dan hanya kepada Allah kita akan kembali.”
Sesungguhnya, setiap  yang bernyawa dan berjiwa  akan merasakan mati. Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Setelah mati, kita akan menemui Allah swt, saat itulah kita ditentukan untuk masuk kedalam surga atau dilemparkan ke dalam neraka. Oleh karena itu, kerjakanlah amal kebaikkan untuk dirimu dan bertaqwalah kepada Allah sebagai bekal saat menemui-Nya.